Kenapa di Indonesia Banyak Gunung Berapi? Simak Penjelasan Ilmiahnya

Erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Dok Antara.

Kenapa di Indonesia Banyak Gunung Berapi? Simak Penjelasan Ilmiahnya

7 September 2026 07:45

Jakarta: Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah gunung berapi aktif terbanyak di dunia. Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, Indonesia memiliki 127 gunung api aktif yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera hingga Maluku.

Jumlah tersebut setara sekitar 13 persen dari total gunung api aktif di dunia. Kondisi ini membuat Indonesia memiliki aktivitas vulkanik yang tinggi dan menjadi salah satu wilayah yang paling aktif secara geologi.

Banyaknya gunung berapi di Indonesia dipengaruhi beberapa hal. Berdasarkan informasi dari beragam sumber, simak penjelasannya.

llustrasi. Foto: Antara

Berada di Kawasan Cincin Api Pasifik dan Pertemuan Lempeng Tektonik

Penyebab utama banyaknya gunung berapi di Indonesia adalah karena negara ini berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Jalur ini merupakan kawasan yang mengelilingi Samudra Pasifik dan menjadi pusat aktivitas gunung api serta gempa bumi dunia.

Menurut Badan Geologi, Cincin Api Pasifik memiliki konsentrasi gunung api aktif terbesar di dunia. 

Karena berada di kawasan tersebut, Indonesia memiliki banyak gunung api aktif yang tersebar di berbagai pulau.

Selain berada di Cincin Api Pasifik, Indonesia juga terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik besar, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

Ketiga lempeng tersebut terus bergerak dan saling bertumbukan. Pergerakan ini menyebabkan terbentuknya zona subduksi di beberapa wilayah Indonesia.

Subduksi adalah proses ketika satu lempeng menunjam ke bawah lempeng lainnya. Proses ini menghasilkan magma dari batuan yang meleleh di dalam bumi akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi.

Magma kemudian bergerak menuju permukaan melalui rekahan kerak bumi dan membentuk gunung berapi.

Proses Pembentukan Gunung Berapi

Pembentukan gunung berapi di Indonesia terjadi melalui proses geologi yang berlangsung selama jutaan tahun. Magma yang terbentuk akibat subduksi akan terkumpul di dapur magma di bawah permukaan bumi.

Ketika tekanan di dapur magma meningkat, magma akan keluar ke permukaan sebagai lava, abu vulkanik, gas, dan material vulkanik lainnya.

Keluarnya magma ke permukaan inilah yang menyebabkan gunung berapi mengalami erupsi. Setiap gunung api memiliki karakteristik letusan yang berbeda, tergantung kondisi magma dan struktur geologinya.

Ilustrasi. Dok USGS

Jalur Gunung Berapi Membentang dari Sumatera hingga Maluku

PVMBG menjelaskan bahwa gunung-gunung api di Indonesia membentuk busur vulkanik yang memanjang dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi bagian utara, Maluku, hingga Kepulauan Sangihe dan Talaud.

Jalur tersebut terbentuk mengikuti zona subduksi di bagian barat, selatan, dan timur Indonesia. Karena itu, sebagian besar gunung api aktif berada di wilayah-wilayah tersebut.

Beberapa gunung api aktif yang berada di jalur ini antara lain Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Kerinci, Gunung Rinjani, Gunung Agung, dan Gunung Ibu.

Dilansir dari Magma Indonesia, gunung api aktif di Indonesia berjumlah 127 dan terbagi menjadi 3 tipe berdasarkan sejarah aktivitas letusannya. 
Rinciannya sebagai berikut:
  • 76 gunung api Tipe A, yaitu gunung yang pernah meletus sejak tahun 1600 M.
  • 30 gunung api Tipe B, yaitu gunung yang memiliki catatan aktivitas sebelum tahun 1600 M.
  • 21 gunung api Tipe C, yaitu gunung yang belum memiliki catatan letusan sejarah, tetapi masih menunjukkan aktivitas vulkanik.
Seluruh gunung api aktif dipantau melalui pos pengamatan gunung api yang dikelola PVMBG.

Mengapa Indonesia Sering Mengalami Erupsi dan Gempa?

Gempa bumi dan letusan gunung berapi di Indonesia sama-sama dipengaruhi oleh aktivitas lempeng tektonik. Gempa tektonik terjadi akibat pergeseran atau tumbukan lempeng, sedangkan gempa vulkanik terjadi karena pergerakan magma di dalam gunung api.

Karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik dan di pertemuan tiga lempeng tektonik aktif, Indonesia memiliki potensi aktivitas vulkanik yang tinggi.

Keberadaan gunung berapi di Indonesia tidak hanya menimbulkan potensi bencana, tetapi juga memberikan berbagai manfaat.

Salah satunya ada abu vulkanik. Abu vulkanik mengandung mineral yang dapat menyuburkan tanah sehingga banyak kawasan di sekitar gunung api dimanfaatkan sebagai lahan pertanian.

Selain itu, kawasan vulkanik juga memiliki potensi energi panas bumi, sumber daya mineral, serta menjadi kawasan wisata alam di berbagai daerah di Indonesia.

(Siti Nahdia Usman)

(Arga Sumantri)