Tangkapan layar video aksi minum oli di media sosial. Istimewa.
Viral Aksi Pria Minum Oli Demi Kesehatan Tubuh, Begini Penjelasan Dokter
Arga Sumantri • 13 April 2026 18:27
Jakarta: Sebuah video yang menampilkan sekelompok laki-laki yang tengah meminum oli viral di media sosial. Mereka mengeklaim oli tersebut sebagai terapi untuk meningkatkan kesehatan.
Aksi tersebut menuai sorotan publik. Dalam video, sekelompok laki-laki tampak santai menenggak oli ke dalam gelas plastik. Mereka menyatakan oli tersebut ampuh meredakan pegal linu dan bisa menambah stamina.
Lantas bagaimana pandangan dari sisi medis?
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Bekasi, dr. Nicholas Wijayanto, Sp.PD, mengaku prihatin dengan aksi tersebut. Ia menilai aksi itu menunjukkan kalau edukasi kesehatan sebagian masyarakat belum baik.
"Saya berharap pemerintah setempat ikut andil dalam kasus ini. Kondisi ini sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat," ujar Nicholas kepada Metrotvnews.com. Senin, 13 April 2026.
"Secara sistemik, zat ini akan membuat liver serta ginjal menjadi rusak. Seseorang yang mengonsumsi zat ini akan mengalami keracunan, organ tubuh rusak, bahkan bisa sampai meninggal," ungkap dia.
Nicholas menyampaikan ada tiga organ utama yang berpotensi terdampak, yakni saluran pencernaan, liver, dan ginjal. Saluran cerna akan mengalami iritasi bahkan sampai perforasi. Liver akan mengalami hepatitis imbas zat.
"Dan ginjal akan mengalami gagal ginjal akut," tegas dia.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Eka Hospital Bekasi, dr. Nicholas Wijayanto, Sp.PD
Cara tepat menjaga kebugaran tubuh
Nicholas menegaskan, upaya menjaga kebugaran tubuh memerlukan kesehatan secara fisik dan mental. Seperti dengan menjaga pola makan, pola hidup dan mengurangi tingkat stress mental.Masyarakat juga harus mengonsumsi makanan bergizi tinggi secara seimbang, mulai protein, karbohidrat kompleks, lemak tidak jenuh, serta vitamin dan mineral seperti buah dan sayur
"Melakukan olahraga secara rutin 4-5 kali seminggu. Melakukan rekreasi untuk relaksasi mental," imbau dia.
Nicholas mengatakan banyak mitos dan kepercayaan dari masyarakat yang sebetulnya salah dan membahayakan kesehatan tubuh. Publik dinilai perlu terus mendapat edukasi kesehatan yang benar.
"Maka dari itu, masyarakat tidak perlu ragu untuk bertanya dengan tenaga medis tentang mitos yang beredar agar terhindar dari kesakitan," kata dia.