Rupiah Dibuka ke Rp18.091/USD pada Senin, 13 Juli 2026

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Dibuka ke Rp18.091/USD pada Senin, 13 Juli 2026

Eko Nordiansyah • 13 July 2026 09:11

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah tertekan saat dolar AS melonjak dorong oleh ketegangan di Timur Tengah usai AS-Iran saling serang.

Mengutip data Bloomberg, Senin, 13 Juli 2026, rupiah berada di level Rp18.091 per USD. Mata uang Garuda tersebut turun 26 poin atau setara 0,14 persen dari Rp18.065 per USD pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara menukil data Yahoo Finance, rupiah pada waktu yang sama berada di level Rp18.064 per USD. Rupiah bergerak menguat dibandingkan pembukaan perdagangan pada Jumat, 10 Juli lalu, sebesar Rp18.085.



(Ilustrasi. MI/Ramdani)

Tekanan global membayangi rupiah

Analis Pasar Uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah pada hari ini akan bergerak secara fluktuatif, cenderung melemah. Mata uang Garuda akan bergerak di kisaran Rp17.870 hingga Rp18.300 per dolar AS.

Menurut Ibrahim, ruang pergerakan yang cukup lebar mencerminkan tingginya ketidakpastian pasar global. Karenanya, arah nilai tukar rupiah akan sangat bergantung pada perkembangan sentimen eksternal, terutama data ekonomi Amerika Serikat dan respons pelaku pasar terhadap prospek kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Selain itu, ketegangan geopolitik mencapai titik kritis setelah militer AS melancarkan serangan udara ke sejumlah target di Iran. Langkah ini dibalas oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang mengeluarkan pernyataan menutup total jalur pelayaran strategis Selat Hormuz hingga waktu yang belum ditentukan. 

Penutupan Selat Hormuz dipastikan langsung memukul rantai pasok distribusi minyak mentah dunia. Akibatnya, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) diproyeksikan bergejolak tinggi pada rentang support USD62,30 per barel dan resistance hingga USD82,20 per barel.

(Eko Nordiansyah)