Polisi Ungkap Motif Pembunuhan dan Pemerkosaan Wanita di Tangerang

Ilustrasi Medcom.id

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan dan Pemerkosaan Wanita di Tangerang

Andre Septian Yusup • 12 August 2026 14:37

Jakarta: Polda Metro Jaya telah memeriksa KF, pelaku pembunuhan dan pemerkosaan wanita di Tangerang, SNA. Polisi mengungkap motif pembunuhan wanita berusia 21 tahun itu.

“Dari hasil berita acara pemeriksaan terhadap pelaku, yang bersangkutan dalam keadaan mabuk. Setelah minum-minuman keras, kemudian mabuk,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Imam Imanuddin, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Saat itu, KF mengaku terangsang saat melihat SNA melintas di depannya. Dia langsung melakukan aksi bejatnya, namun mendapat perlawanan dari SNA.

“Saat korban lewat, kemudian muncul hasrat birahinya. Lalu mencoba menyetubuhi korban. Namun, ada perlawanan, sehingga korban dicekik dan meninggal dunia,” ujar Imam.

Imam mengatakan KF telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan. KF masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Polda Metro Jaya.

Pelaku KF yang diduga melakukan pembunuhan dan pemerkosaan terhadap seorang perempuan SNA di wilayah Benda, Kota Tangerang, Selasa (11/8/2026). ANTARA/HO-Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya

SNA ditemukan tewas di sebuah kontrakan, kawasan Jurumudi Baru, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, Banten. Pada tubuh korban ditemukan luka di bagian leher.

"Korban ditemukan meninggal dunia tadi pagi dengan luka di bagian leher," ujar Kapolsek Benda, AKP Sriyono, Selasa, 11 Agustus 2026.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyita sejumlah barang bukti dan mengerahkan anjing pelacak untuk membantu penyelidikan kasus tersebut.

"Hasil olah TKP sementara, diduga korban dibunuh, nanti disampaikan setelah penyelidikan. Dari lokasi kejadian perkara terdapat barang bukti disita seperti sarung bantal, seprai, dan baju," kata Sriyono.

Korban tinggal di kontrakan tersebut bersama calon suaminya yang bekerja di sebuah perusahaan jasa ekspedisi. Korban diketahui berasal dari Menes, Pandeglang.

(Achmad Zulfikar Fazli)