Tersangka Taufuk Hidayat melakukan rekonstruksi kasus penyekapan dan penganiayaan di Mapolda Jabar. Metrotvnews.com/ P. Aditya Prakasa.
Taufik Hidayat Peragakan 21 Adegan saat Rekonstruksi Penganiayaan YTR
P Aditya Prakasa • 2 July 2026 15:03
Bandung: Sebanyak 21 reka adegan dari tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus penyekapan dan penganiayaan oleh tersangka Taufik Hidayat telah dilakukan saat rekonstruksi di Markas Polda Jawa Barat. Tersangka pun telah mengakui semua perbuatannya terhadap YTR setiap lokasi kejadian.
Direktorat Reserse PPA dan PPO, Kombes Rumi Untari, mengatakan tiga TKP tersebut menjadi lokasi terpenting dan terparah saat penganiayaan terjadi. Tiga lokasi tersebut berada di dua di wilayah kabupaten dan satu di Kota Bandung.
"Kita sudah sepakati bersama, yang kita rekonstruksikan adalah tiga TKP, TKP 3, 5, dan 6. Karena tiga TKP itulah yang menjadi sentral poin penting terjadinya penganiayaan dan penyekapan. Mulai TKP 3, 5, dan 6, di situ mulai terjadi penganiayaan berat. Kalau TKP 3 itu sudah mulai terjadi penyekapan sampai TKP terakhir di TKP 6. Total tadi 21 adegan," kata Rumi di Mapolda Jawa Barat, Kamis, 2 Juli 2026.
"Di antaranya memukul dengan helm, kemudian dengan ada kaki meja itu besi yang di TKP terakhir, kemudian ada dengan golok. Dan memang kan korban tidak terlampau mengingat ya karena dalam kondisi buta, dia sih bilangnya dengan seperti benda tajam gitu. Tapi dengan TKP yang kita temukan matching, itu dengan meja yang ada kakinya besi," jelas Rumi.

Tersangka Taufuk Hidayat melakukan rekonstruksi kasus penyekapan dan penganiayaan di Mapolda Jabar. Metrotvnews.com/ P. Aditya Prakasa.
Sementara mengenai tato ditubuh korban, kata Rumi, hal itu dilakukan oleh korban YTR saat masih dalam kondisi sehat. Tersangka Taufik Hidayat memerintahkan korban menggambar tato ditubuhnya sebagai bukti cinta.
"Kalau berdasarkan investigasi tato itu sebenarnya pada saat mereka masih kondisi sehat, sehingga untuk meyakinkan pelaku kepada korban bahwa kamu cinta sama saya. Karena diindikasi cemburu ini si pelaku. Sebagai bukti dia cinta, ya tato, bareng tato, jadinya dilakukan. Dan tato itu benar diakui. Dan sudah dikuatkan juga oleh korban," ungkapnya.
Menurut Rumi, ada rasa ketakutan yang besar dari korban meski tidak ada paksaan dari tersangka Taufik Hidayat saat diminta untuk menggambar tato. Oleh karenanya, YTR pun mengabulkan permintaan Taufik Hidayat untuk menggambar tato di tubuhnya sendiri.
"Tidak ada paksaan namun dengan kondisi seperti itu tentunya korban mau tidak mau mengikuti ya. Karena kan takut dipukul. Walaupun memang secara lisan tidak ada paksaan tapi kalau kita melihat kondisi psikis, ya pasti ada ketakutan kalau menolak, pasti dilakukan kekerasan terhadap korban," ujarnya.