45 Orang Ditangkap dalam Bentrokan Aksi Protes Biaya Hidup di Belgia

Polisi Belgia menangkap 45 orang, termasuk 12 anak di bawah umur, dalam unjuk rasa di Liege. (Anadolu Agency)

45 Orang Ditangkap dalam Bentrokan Aksi Protes Biaya Hidup di Belgia

Willy Haryono • 18 October 2026 19:28

Liege: Kepolisian Belgia menangkap 45 orang, termasuk 12 anak di bawah umur, dalam aksi unjuk rasa di Liege yang memprotes tingginya biaya hidup.

Menurut laporan media lokal Belga, aksi protes berlangsung pada Sabtu, dan penangkapan terjadi satu hari setelahnya pada Minggu, 18 Oktober 2026.

Aparat kepolisian mengonfirmasi bahwa penangkapan itu terdiri atas 40 penahanan administratif dan lima penangkapan yudisial. Polisi juga melaporkan aksi vandalisme dan kebakaran di sejumlah ruang publik pada Sabtu malam.

Sekitar 50 demonstran berkumpul di Place Saint-Lambert dan menembakkan mortir piroteknik ke arah Istana Pangeran-Uskup. Polisi pun menggunakan meriam air dan gas air mata dalam menangani bentrokan dengan para pengunjuk rasa.

Menurut kepolisian, situasi tampak kembali tenang pada malam hari.

Aksi pada Sabtu diawali dengan unjuk rasa damai memprotes biaya hidup yang diikuti sekitar 200 hingga 250 orang di luar stasiun kereta Guillemins sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Para demonstran kemudian berbaris menuju Place Saint-Lambert. Di lokasi tersebut, mereka menggelar aksi duduk yang menghambat lalu lintas bus sebelum bergerak menuju Le Cadran sekitar pukul 13.15.

Belga melaporkan, para demonstran memblokir sejumlah ruas jalan di kawasan itu, termasuk akses menuju jalan tol ke arah Burenville. Beberapa peserta aksi juga memindahkan pembatas jalan untuk membangun barikade.

Pada sore hari, sekitar 30 demonstran dikepung oleh polisi antihuru-hara dengan jumlah yang hampir sama dengan di Place Saint-Lambert, menurut laporan Belga.

Aksi protes di Belgia ini sebelumnya telah terjadi di Prancis dan Spanyol, yang juga semakin meluas ke negara lain di Eropa, termasuk Italia dan Portugal.

Baca juga: Protes Biaya Hidup Meluas ke Italia dan Portugal, Kerusuhan Pecah di Milan

(Willy Haryono)