Jembatan Modal Korea-Indonesia Diperkuat Lewat Pasar Obligasi

Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com

Jembatan Modal Korea-Indonesia Diperkuat Lewat Pasar Obligasi

Husen Miftahudin • 1 October 2026 19:44

Jakarta: Peran sebagai penghubung modal Korea dengan pasar modal dan sektor infrastruktur Indonesia terus diperkuat melalui pengembangan bisnis Investment Banking (IB), perluasan basis investor, serta peningkatan layanan investasi.
 
Penguatan peran tersebut tercermin dari aktivitas di segmen obligasi, pengembangan pembiayaan infrastruktur, hingga keterlibatan dalam sejumlah transaksi yang menghubungkan investor dan modal Korea dengan proyek di Indonesia melalui PT Korea Investment And Sekuritas Indonesia (KISI).
 
Di pasar modal domestik, jumlah rekening efek saham KISI hingga akhir Agustus 2026 mencapai 96.327 rekening, meningkat 49,2 persen dibandingkan akhir 2025 yang tercatat sebanyak 64.557 rekening.
 
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, Kisi berhasil mencatatkan 31.770 Opening Account (OA) atau setara sekitar 2,1 persen dari total penambahan investor saham baru (Single Investor Identification/SID) di pasar modal Indonesia yang mencapai sekitar 1,53 juta investor.
 
Pertumbuhan juga terlihat pada segmen obligasi. Nilai transaksi kumulatif hingga Agustus 2026 meningkat 128 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, pangsa pasar perdana obligasi korporasi mencapai 1,8 persen. Sepanjang 2025, perusahaan menjadi penjamin atas 51 emisi obligasi dengan total nilai Rp3,38 triliun.
 
Peran sebagai penghubung modal Korea juga terlihat dari penanganan tiga penerbitan Kimchi Bond milik anak usaha APP Group. Masing-masing penerbitan bernilai USD55 juta pada 2020, USD65 juta pada 2021, dan USD85 juta pada 2023, dengan total mencapai USD205 juta.
 
Di sektor infrastruktur, perusahaan menjadi penasihat selama lebih dari dua tahun dalam pengembangan pusat data di Jakarta melalui kerja sama Korea Investment Real Asset Management (KIRA) dan SM+. Peran tersebut mencakup struktur investasi hingga project financing.
 
Perjanjian investasi proyek ditandatangani pada Juli 2024. Pusat data SMX01 di Kuningan, Jakarta, dijadwalkan menggelar upacara penyelesaian pembangunan bersama LG CNS pada November 2026.
 

 

Dorong pembiayaan daerah

 
Peran di pasar modal juga diperluas melalui pengembangan instrumen pembiayaan daerah. Pada Agustus 2026, perusahaan bertemu dengan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat untuk membahas rencana penerbitan Sukuk Daerah pada 2027.
 
Dalam pertemuan tersebut, tim Investment Banking memaparkan aspek teknis penjaminan emisi serta memberikan referensi mengenai praktik Municipal Bonds di sejumlah negara, seperti Filipina, Vietnam, dan India.
 
President Director Kyoung Hun Nam mengatakan pengembangan instrumen pembiayaan daerah menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan literasi pasar modal.
 
"Pengembangan instrumen pembiayaan daerah melalui Sukuk Daerah menjadi salah satu bentuk komitmen KISI dalam mendorong inklusi keuangan," ungkap Kyoung Hun Nam dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Oktober 2026.
 
"Melalui kolaborasi dengan Pemprov dan Pemkab di berbagai daerah, kami berharap peningkatan literasi keuangan bagi PNS dan masyarakat dapat mendukung pemahaman mengenai pasar modal dan pengelolaan keuangan, serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan perekonomian daerah," sambung dia.
 
Selain Sumatra Barat, edukasi pasar modal dan literasi keuangan juga dilakukan bersama sejumlah pemerintah daerah di Sumatra Utara, Bangka Belitung, Aceh, dan Kulon Progo.


(Pencatatan obligasi keberlanjutan. Foto: dok Istimewa)
 

Kembangkan akses investasi

 
Penguatan peran di pasar modal turut didukung pengembangan layanan digital melalui aplikasi iKISI. Salah satu fitur yang dihadirkan adalah AI Sentiment Score yang merangkum pemberitaan terkait suatu saham dalam satu tampilan dan menunjukkan kecenderungan sentimen berdasarkan informasi yang tersedia.
 
Fitur tersebut dapat menjadi informasi tambahan bagi investor dalam mengikuti perkembangan suatu saham. Selain itu, pengembangan fitur transaksi obligasi juga tengah dilakukan untuk memperluas pilihan instrumen investasi.
 
Pilihan produk reksa dana di aplikasi tersebut juga bertambah dengan hadirnya 13 produk dari PT Sucorinvest Asset Management. Dengan tambahan tersebut, tersedia 91 produk reksa dana dari 15 Manajer Investasi.
 
Penguatan bisnis juga tercermin dari kinerja operasional pada semester I-2026. Pendapatan komisi perantara perdagangan saham tumbuh 87 persen secara tahunan, sedangkan pendapatan bunga pembiayaan meningkat 39 persen.
 
Memasuki semester II-2026, perusahaan menargetkan perluasan kegiatan trading dan kerja sama edukasi dengan pemerintah daerah. Selain itu, perusahaan menargetkan peran sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi korporasi dan Medium Term Notes (MTN) dengan nilai sekitar Rp2 triliun secara bertahap hingga akhir tahun.
 
"KISI berperan memperluas basis investor Indonesia sekaligus menghubungkan modal Korea dengan obligasi dan infrastruktur Indonesia. Kami akan terus berkontribusi bagi perkembangan pasar modal Indonesia melalui edukasi keuangan, produk terstruktur, dan jasa penasihat investasi infrastruktur," kata Kyoung Hun Nam.
 
Pengembangan bisnis tersebut memperkuat posisi perusahaan dalam mempertemukan kebutuhan pembiayaan di Indonesia dengan potensi modal dari Korea, baik melalui pasar obligasi maupun investasi pada sektor infrastruktur.

(Husen Miftahudin)