Ilustrasi irigasi pertanian. Foto: ANTARA/Ahmad Subaid.
Optimalisasi Irigasi Pertanian Jadi Fokus Pengelolaan Air BUMN
Andika Fauzan Azhari • 6 October 2026 15:28
Jakarta: Perum Jasa Tirta II mengoptimalkan distribusi air untuk menjaga keandalan sistem pengairan lahan pertanian di wilayah hilir. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.
Optimalisasi distribusi air dilakukan melalui sejumlah langkah, antara lain pengerukan sedimentasi di ruas B.Kg 22-15 Daerah Irigasi Kedung Gede, Kabupaten Bekasi. Penanggulangan limpasan juga dilakukan di B.Kg 22 untuk menjaga kapasitas dan kelancaran aliran air.
Melansir unggahan Instagram BP BUMN pada Selasa, 6 Oktober 2026, penguatan suplai air turut dilakukan melalui sistem pompanisasi dari Saluran Pembuang Kali Kiwing menuju B.Kg 38 melalui Saluran Pembuang Teluk Bango.
(Ilustrasi irigasi. Foto: umsu.ac.id)
6 pompa dukung irigasi 356 ha
Untuk mengalirkan air dari Sungai Citarum ke Saluran Sekunder Kedung Gede, sebanyak lima unit pompa Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan satu unit pompa Dinas Pertanian disiagakan di lapangan. Pengoperasian enam unit pompa tersebut mampu menyuplai kebutuhan irigasi untuk lahan seluas 356 hektare di areal B.Kg 37-38 sisi kanan dan kiri.
Pemantauan keberlanjutan aliran air juga dilakukan di Bangunan B.Kg 26. Tinggi Muka Air (TMA) tercatat pada angka 130 dan konsisten berada di atas 120.
Pasokan air dari Saluran Sekunder Kedung Gede saat ini telah menjangkau B.Kg 36 hingga Saluran Sekunder Kobak Ceper di B.Kc 2-4. Aliran tersebut mengairi areal persawahan seluas 166 hektare.
Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) menyatakan dukungan terhadap pengelolaan sumber daya air secara terpadu. Sejumlah langkah, mulai dari pengerukan sedimentasi, pengendalian limpasan, pemantauan debit air, hingga pompanisasi, dilakukan untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian dan mendukung kebutuhan pengairan petani.