Hikmahanto: AS-Israel Dorong Pergantian Rezim Iran, Reza Pahlavi Berpotensi Muncul

Hikmahanto Juwana dalam kuliah umum di AIPI, Jakarta, Selasa, 14 Oktober 2025. (Antara)

Hikmahanto: AS-Israel Dorong Pergantian Rezim Iran, Reza Pahlavi Berpotensi Muncul

Willy Haryono • 1 March 2026 15:03

Jakarta: Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai serangan besar-besaran yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran pada Sabtu kemarin memiliki tujuan strategis yang lebih luas, termasuk memicu pergantian pemerintahan di Teheran.

Menurut Hikmahanto, selain menghancurkan fasilitas nuklir, aliansi AS dan Israel juga mengharapkan munculnya kepemimpinan baru yang dapat mengakhiri program pengayaan uranium Iran.

Ia mengatakan pergantian rezim dipandang sebagai cara untuk menghentikan dukungan Iran terhadap kelompok sekutu di kawasan. Kini, rezim dipastikan berganti usai wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

“Dengan pergantian pemerintahan baru, bisa dijamin bahwa Iran akan mengakhiri pengembangan uranium, pembuatan senjata nuklir, lalu juga membantu proksi-proksi mereka, Hamas, Hizbullah, Houthi, untuk melakukan serangan ke Israel,” kata Hikmahanto, dalam program Breaking News Metro TV, Minggu, 1 Maret 2026.

Ia juga menyoroti kemungkinan perubahan arah hubungan luar negeri Iran jika terjadi perubahan kepemimpinan. Menurutnya, hubungan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi kembali membaik seperti sebelum Revolusi Islam 1979.

Hikmahanto menyebut nama Reza Pahlavi, putra Shah Iran terakhir, sebagai salah satu figur yang berpotensi muncul dalam skenario tersebut.

“Reza Pahlavi sudah menyampaikan bahwa apabila dibutuhkan regime change, Reza Pahlavi sudah bersedia untuk menjadi pemimpin di Iran,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Pahlavi disebut telah menyatakan kesiapan untuk menormalisasi hubungan dengan Amerika Serikat dan Israel serta menghentikan pengembangan senjata nuklir jika memimpin Iran.

Menurut Hikmahanto, kemungkinan tersebut menunjukkan bahwa konflik saat ini tidak hanya berkaitan dengan militer, tetapi juga masa depan arah politik Iran. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Media Iran Konfirmasi Kematian Jenderal Tertinggi dan Penasihat Kunci Khamenei

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)