Sektor Informal Jadi Penyangga Ekonomi

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Sektor Informal Jadi Penyangga Ekonomi

Naufal Zuhdi • 8 April 2026 16:10

Jakarta: Meningkatnya ketidakpastian global dinilai turut mendorong pertumbuhan sektor informal di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kondisi ini berpotensi menekan penerimaan pajak serta menghambat pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Kepala Riset Tim Riset Pembangunan Grup World Bank, Aaditya Mattoo, menyebut sektor informal kerap menjadi “penyangga” ketika ekonomi menghadapi tekanan.

“Sektor informal sering menjadi bantalan saat terjadi guncangan ekonomi. Namun, ini bukan solusi jangka panjang karena produktivitas dan kontribusinya terhadap penerimaan negara terbatas,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar secara daring, Rabu, 8 April 2026.

Menurut Aaditya, dalam situasi ketidakpastian, pelaku usaha cenderung menahan ekspansi dan mengurangi perekrutan tenaga kerja formal. Akibatnya, lebih banyak pekerja terdorong masuk ke sektor informal yang tidak memiliki kepastian pendapatan maupun perlindungan sosial.



(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Basis pajak jadi lebih sempit

Ia menjelaskan, dominasi sektor informal juga berdampak pada basis pajak yang lebih sempit, karena sebagian besar pelaku di sektor ini tidak terjangkau sistem perpajakan.

“Kondisi ini dapat mengurangi kemampuan pemerintah dalam menghimpun penerimaan negara, padahal kebutuhan belanja meningkat untuk merespons krisis,” jelas dia.

Selain itu, pekerja di sektor informal umumnya memiliki keterbatasan akses terhadap pembiayaan, teknologi, dan pasar, sehingga sulit meningkatkan produktivitas.

Aaditya menilai, pemerintah perlu mendorong transisi sektor informal ke formal melalui perbaikan akses pembiayaan, digitalisasi, serta penyederhanaan regulasi usaha.

“Yang penting bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi memastikan pekerjaan tersebut produktif dan memberikan kesejahteraan,” tegas dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)