Ilustrasi obat keras yang disita polisi di Jakarta Pusat. Metrotvnews.com/Christian
BBPOM DKI: Penyalahgunaan Obat-obatan Dapat Picu Tawuran
Achmad Zulfikar Fazli • 9 April 2026 17:38
Jakarta: Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta menyebutkan penyalahgunaan Obat-obat Tertentu (OOT) dapat memicu tindakan menyimpang. Salah satunya, tawuran antarpelajar.
"Konsumsi OOT tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan efek serius terhadap kesehatan hingga kematian. Penyalahgunaan OOT juga dapat memicu tindakan menyimpang, seperti tawuran antarpelajar," kata Kepala BBPOM di Jakarta, Sofiyani Chandrawati Anwar, dalam giat edukasi bertema "Cerdas Memilih Obat Aman, Waspada Penyalahgunaan Obat-obat Tertentu (OOT) di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, dilansir dari Antara, Kamis, 9 April 2026.
Melalui kegiatan ini, Sofiyani berharap masyarakat semakin bijak dalam menggunakan obat, serta berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan di lingkungan sekitar.
Upaya ini merupakan langkah strategis dalam pemberdayaan masyarakat untuk menekan peredaran dan penyalahgunaan OOT, seperti Tramadol, Trihexyphenidyl, dan Dextromethorphan. Menurut dia, OOT merupakan jenis obat yang bekerja pada sistem saraf pusat, selain narkotika dan psikotropika.
Penggunaan di atas dosis terapi dapat menyebabkan ketergantungan serta perubahan pada aktivitas mental dan perilaku. Oleh karena itu, peran masyarakat dalam pengawasan obat sangat penting.
"Kami ingin masyarakat selalu membeli obat dari sumber resmi dan mengonsumsi sesuai aturan penggunaan. Penyalahgunaan obat tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa," ucap dia.
Baca Juga:
14 Penjual Obat Keras Berkedok Toko Kelontong di Jakut Ditangkap |
(1).jpg)
Ilustrasi tawuran. Medcom
Sofiyani menjelaskan kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 7 April 2026, tersebut dihadiri sekitar 300 peserta dari Kelurahan Kramat Pela, Kebayoran Baru, serta Kelurahan Grogol Selatan, Kebayoran Lama.
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari bahaya penyalahgunaan obat. Edukasi dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang keliru.
"Antusiasme masyarakat terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya edukasi terkait obat-obatan semakin meningkat," kata dia.