Kerusakan akibat serangan Hizbullah ke posisi pasukan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)
Hizbullah Luncurkan 24 Serangan Balasan ke Posisi Militer Israel di Lebanon
Muhammad Reyhansyah • 11 May 2026 11:55
Beirut: Kelompok Hizbullah mengatakan pihaknya melancarkan 24 serangan terhadap posisi, pasukan, dan kendaraan militer Israel di Lebanon selatan dalam 24 jam terakhir.
Melansir Anadolu, Senin, 11 Mei 2026, Hizbullah mengatakan serangan menargetkan konsentrasi pasukan Israel, tank Merkava, buldoser D9, perlengkapan militer, dan pusat komando baru di sejumlah wilayah perbatasan termasuk Khiam, Deir Seryan, Tayr Harfa, Bayyada, Rashaf, dan Naqoura.
Hizbullah menyebut operasi tersebut menggunakan drone peledak, rentetan roket, tembakan artileri, dan rudal berpemandu, serta mengklaim mencatatkan "serangan tepat sasaran" dalam beberapa operasi.
Kelompok itu mengatakan serangan dilakukan sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata oleh Israel dan serangan terhadap warga sipil serta desa-desa di Lebanon selatan.
Sirene serangan udara berbunyi pada Minggu malam di sejumlah wilayah Galilea Atas di Israel untuk kedua kalinya dalam hitungan jam setelah adanya laporan infiltrasi drone dari Lebanon, menurut harian Israel Yedioth Ahronoth.
Militer Israel mengatakan angkatan udaranya mencegat "target udara mencurigakan" yang diluncurkan dari Lebanon setelah sirene diaktifkan di wilayah utara Israel. Militer Israel mengklaim insiden tersebut merupakan "pelanggaran lain" terhadap kesepahaman gencatan senjata oleh Hizbullah.
Meski gencatan senjata telah berlaku sejak 17 April dan kemudian diperpanjang hingga pertengahan Mei, militer Israel masih terus melancarkan serangan harian di Lebanon dan terlibat baku tembak dengan Hizbullah.
Serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret, tidak lama setelah perang Iran dimulai pada akhir Februari, disebut telah menewaskan 2.846 orang, melukai 8.693 lainnya, dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.
Israel juga masih mempertahankan apa yang disebut sebagai "zona penyangga" di wilayah Lebanon.
Amerika Serikat dijadwalkan menjadi tuan rumah pembicaraan damai antara kedua negara pada 14-15 Mei di Washington DC.
Baca juga: Serangan Drone Israel di Lebanon Tewaskan 17 Orang, Termasuk Anak-Anak