Zelensky Klaim Pesawat Kepresidenan Ukraina Dua Kali Jadi Sasaran Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. (Anadolu Agency)

Zelensky Klaim Pesawat Kepresidenan Ukraina Dua Kali Jadi Sasaran Rusia

Willy Haryono • 16 September 2026 07:05

Kyiv: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim bahwa pesawat kepresidenan yang membawanya telah dua kali menjadi sasaran serangan Rusia dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam wawancara dengan CBS News pada Selasa, 15 September 2026, Zelensky mengatakan insiden pertama terjadi ketika pesawat kepresidenannya berada di Moldova.

“Di Moldova, pesawat kepresidenan saya berada di sana, dan itulah mengapa mereka menyerang Moldova,” kata Zelensky.

Ia mengatakan insiden serupa kembali terjadi ketika dirinya melakukan perjalanan pulang ke Ukraina melalui Chisinau, ibu kota Moldova.

“Ketika kami kembali ke rumah, lagi-lagi melalui Chisinau, mereka melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan pesawat Zelensky “hampir terkena” drone di wilayah udara Moldova ketika Presiden Ukraina tersebut lepas landas menuju Oslo untuk menghadiri kunjungan pada 9 September.

“Itulah kenyataan yang dia jalani,” kata Store ketika itu.

Menurut Zelensky, satu atau dua drone juga memasuki wilayah udara Moldova ketika pesawatnya kembali menuju Ukraina beberapa hari kemudian. Insiden kedua tersebut sebelumnya belum dilaporkan.

Para pejabat Ukraina kemudian mengatakan seluruh anggota delegasi kepresidenan berada dalam kondisi aman. Pada saat itu belum jelas apakah insiden tersebut memang disengaja.

Namun, Zelensky mengatakan insiden tersebut merupakan bagian dari strategi Rusia untuk mengintimidasi dirinya dan pemimpin asing lainnya.

Drone Serang Kereta Delegasi Asing

Pernyataan Zelensky muncul setelah sebuah drone Rusia pada Minggu lalu menghantam kereta penumpang yang membawa sejumlah tokoh asing dalam perjalanan menuju Ukraina.

Kereta tersebut membawa sejumlah pejabat senior Eropa dan mantan Direktur CIA David Petraeus. Serangan itu memaksa para penumpang melakukan evakuasi di dekat perbatasan Polandia.

Zelensky mengatakan belum jelas apakah Rusia mengetahui keberadaan warga Amerika dalam kereta tersebut.

“Mungkin mereka tidak tahu bahwa beberapa warga Amerika ada di sana atau mungkin sebaliknya, mereka tahu, karena saya tidak mempercayai mereka. Saya pikir mereka tahu,” kata Zelensky kepada CBS News.

Ia menilai keberadaan delegasi besar yang terdiri atas pejabat Eropa dan Amerika dapat menjadi faktor dalam serangan tersebut.

Intrusi Drone di Wilayah Eropa

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah drone tak dikenal semakin sering memasuki wilayah udara negara-negara Eropa. Sebagian di antaranya telah ditelusuri memiliki keterkaitan dengan Rusia.

Pada Selasa, jet tempur NATO untuk pertama kalinya dilaporkan menembak jatuh sebuah drone di wilayah udara Lithuania, menurut laporan Associated Press yang mengutip pejabat militer Lithuania.

Rangkaian insiden tersebut meningkatkan perhatian negara-negara Eropa terhadap aktivitas drone dan keamanan wilayah udara mereka.

Sementara itu, klaim mengenai dua insiden yang melibatkan pesawat Zelensky masih didasarkan pada keterangan Presiden Ukraina. Belum terdapat informasi independen yang menjelaskan secara pasti identitas drone maupun pihak yang mengoperasikannya dalam kedua kejadian tersebut.

Baca juga: Drone Rusia Serang Kereta Penumpang Ukraina Dekat Perbatasan Polandia

(Willy Haryono)