Satgas Pangan Jawa Barat melakukan pemantauan harga di Pasar Kosambi, Bandung. Metrotvnews.com/ P Aditya Prakasa
Bahan Pokok di Pasar Kosambi Bandung Dijual Sesuai HET Jelang Idulfitri
P Aditya Prakasa • 14 March 2026 14:44
Bandung: Satuan Tugas (Satgas) Pangan Jawa Barat bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) melakukan sidak di Pasar Kosambi, Kota Bandung. Harga Eceran Tertinggi (HET) berbagai komoditi yang dijual di pasar masih dalam keadaan normal meskipun menjelang Hari Raya Idulfitri.
Direktur Ditreskrimsus Polda Jawa Barat, Kombes Wirdhanto Hadicaksono telah meminta keterangan dari sejumlah pedagang mengenai harga. Dia memastikan para pedagang masih menjual komoditas sesuai dengan aturan pemerintah.
"Secara umum, sejumlah komoditi sudah sesuai dengan harga eceran tertinggi dan harga acuan pemerintah. Tadi kami memastikan, khususnya tadi daging sapi, bahwa penjual itu masih menjual sesuai dengan harga acuan penjualan pemerintah, yaitu di Rp130.000 dan Rp140.000 kalau yang di bagian paha depan dan paha belakang," kata Wirdhanto di Kota Bandung, Sabtu, 14 Maret 2026.
Dia menjelaskan, daging sapi yang dijual seharga Rp160.000 per kilogram merupakan permintaan pembeli untuk dibersihkan. Oleh karena itu, Wirdhanto membantah adanya lonjakan harga pada penjualan daging sapi.
"Ya, betul. Karena itu kan beda. Jadi ada permintaan masyarakat, di situ istilahnya itu daging premium. Sedangkan di lokasi itu masih menjual yang Rp130.000 dan Rp140.000. Cuman hanya masalah treatment, kan begitu. Gajinya (letaknya) dihilangkan, lebih dibersihkan, lebih dipilihkan, dan sebagainya.Ini tentunya menjadi hal yang berbeda," kata dia.

Satgas Pangan Jawa Barat melakukan pemantauan harga di Pasar Kosambi, Bandung. Metrotvnews.com/ P Aditya Prakasa
Pihaknya akan membantu para pedagang yang belum mendapatkan pasokan dari Bulog. Langkah ini diambil agar bahan pokok seperti beras dan minyak goreng yang dijual tetap sesuai dengan HET.
"Kalau misalnya masih ada pedagang-pedagang yang belum mendapatkan suplai dari bulog, kami akan bantu secara langsung untuk perizinannya, untuk supaya bisa mendapatkan minyak kita langsung suplai dari bulog, sehingga harga betul-betul sesuai dengan harga eceran tertinggi," ucap dia.
Dari hasil kegiatan sidak tersebut, kata Wirdhanto, secara umum bahan pokok yang dijual di Pasar Kosambi masih dalam HET dan Harga Acuan Pemerintah (HAP). Meskipun demikian, pihaknya akan terus memantau harga bahan pokok yang dijual di pasar tradisional maupun modern.
"Untuk masalah daging ayam, Alhamdulillah pun juga masih sesuai dengan harga acuan, yaitu di Rp40.000 dan kemudian selanjutnya untuk termasuk sayuran, bawang merah, bawang putih, sesuai semuanya dengan harga acuan penjualan pemerintah," kata dia.
Satgas Pangan, kata dia, akan mengambil tindakan tegas jika ada pihak-pihak yang melakukan penimbunan atau permainan harga. Dia juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan jika menemukan pelanggaran terkait harga yang tidak sesuai dengan HET dan HAP.
"Tim Satgas ini akan selalu bekerja, memastikan juga nanti dari para distributor, termasuk juga dari RPH dan sebagainya, apabila memang ada pelanggaran-pelanggaran terkait pangan, akan dilakukan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Apabila masyarakat menemukan adanya harga-harga komoditas pangan yang tidak sesuai, atau ada kenaikan, dan sebagainya, bisa melaporkan melalui hotline kami yang nanti akan disosialisasikan di media sosial," jelas dia.