Seorang anak menerima imunisasi campak. Foto: ANTARA/HO-Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Mudik Aman dan Sehat, Lengkapi Imunisasi Anak Sebelum Libur Lebaran
Fachri Audhia Hafiez • 12 March 2026 15:43
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk memastikan anak-anak yang akan dibawa mudik Lebaran 2026 sudah mendapatkan imunisasi lengkap. Langkah ini krusial guna memastikan anak memiliki antibodi yang kuat melawan berbagai virus dan bakteri, terutama ancaman penyakit campak selama perjalanan dan di kampung halaman.
"Kita harus yakin anak-anak yang dibawa mudik sudah divaksin, atau saat di kampung halaman lakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) lebih intens," ujar Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Budi Setiawan dalam siniar cegah campak di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 12 Maret 2026.
Budi menegaskan, jika anak menunjukkan gejala seperti demam tinggi yang disertai ruam merah, mata merah, batuk, pilek, hingga diare, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan. Ia menekankan pentingnya menunda bepergian guna memutus rantai penularan, mengingat campak sangat mudah menular melalui kontak fisik maupun udara.
"Tidak masuk sekolah dulu, tidak main ke tetangga dulu sebelum didiagnosis dokter. Karena, dengan upaya mencegah kontak dengan orang lain sudah masuk pencegahan, bukan melulu tentang imunisasi," tegas Budi.
.jpg)
Ilustrasi campak. Foto: ANTARA/freepik.com.
Himbauan ini dikeluarkan seiring dengan temuan 1.236 kasus terduga campak di seluruh wilayah DKI Jakarta pada awal tahun 2026. Jakarta Barat menjadi wilayah dengan temuan tertinggi sebanyak 398 kasus. Selain itu, status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak juga telah ditetapkan di 10 kabupaten/kota di tujuh provinsi di Indonesia, termasuk wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur yang menjadi destinasi utama pemudik.
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta tengah masif menggelar Imunisasi Kejar Serentak (IKS) campak selama bulan Maret. Program ini difokuskan pada anak usia 9-59 bulan (MR1) yang belum mendapatkan dosis lengkap guna menekan potensi lonjakan kasus saat libur Idulfitri mendatang.