Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

Menteri HAM Natalius Pigai/Metro TV/Kautsar

Menteri HAM Kecam Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

Kautsar Widya Prabowo • 13 March 2026 21:44

Jakarta: Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai merespons tindakan penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Ia mengecam keras tindakan tersebut.

"Saya sudah kecam, tidak boleh. Tidak boleh membiarkan premanisme hidup di negara ini," kata Pigai usai Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.

Pigai menegaskan Indonesia merupakan negara yang aman dan damai. Karena itu, segala bentuk kekerasan, termasuk penyiraman air keras kepada siapa pun, tidak dapat dibenarkan.

Ia menekankan apabila terdapat perbedaan pendapat, penyelesaiannya harus dilakukan melalui jalur yang baik dan sesuai dengan prinsip demokrasi.

"Demokrasi kita tumbuh berkembang. Kita mengalami surplus demokrasi, tetapi tidak boleh ada kekerasan terjadi kepada siapa pun, termasuk aktivis dan civil society," ujar Pigai.
 


Pigai menilai bangsa Indonesia menjadi besar karena adanya komunitas masyarakat sipil (civil society) yang berperan sebagai pengontrol atau check and balances dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Oleh karena itu, saya mewakili pemerintah, saya prihatin dengan peristiwa ini dan tidak boleh terjadi lagi," kata Pigai.

Ia juga meminta kepolisian turun tangan secara serius untuk mengusut tuntas peristiwa yang dialami aktivis tersebut.

"Saya sekali lagi meminta kepolisian harus serius mengusut tuntas supaya keluarga yang menjadi korban bisa mendapat rasa keadilan bahwa hukum itu ada untuk bangsa dan negara," lanjutnya.

Terkait pendampingan terhadap korban, Pigai memastikan Kementerian HAM akan memberikan dukungan. Sementara soal rencana menjenguk korban, ia mengatakan akan memastikan terlebih dahulu lokasi Andrie Yunus.

"Harus dong, kenapa tidak boleh. Tapi saya cek dulu alamatnya, dipastikan di mana, apakah sudah pulang ke rumah atau ke tempat lain," ujar Pigai.


Menteri HAM Natalius Pigai/Metro TV/Kautsar

Sebelumnya, Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Senen, Jakarta Pusat.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan penyiraman tersebut mengakibatkan Andrie mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.

"Area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," kata Dimas dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi, Jumat, 13 Maret 2026.

Dimas menjelaskan peristiwa itu terjadi sesaat setelah Andrie Yunus melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)