Puluhan Tentara AS Terluka Parah dalam Serangan Drone Iran di Kuwait

Rangkaian serangan rudal dilancarkan Iran ke pangkalan militer AS. Foto: Press TV

Puluhan Tentara AS Terluka Parah dalam Serangan Drone Iran di Kuwait

Muhammad Reyhansyah • 12 March 2026 14:09

Washington: Puluhan personel militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengalami luka serius akibat serangan drone Iran yang menghantam pusat operasi taktis militer AS di Kuwait pada tahap awal perang dengan Iran.

Menurut laporan yang dipublikasikan pada Rabu, 11 Maret 2026 oleh CBS News dengan mengutip sejumlah sumber, para tentara mengalami berbagai cedera berat, termasuk trauma otak, luka bakar, serta luka akibat serpihan ledakan. 

Setidaknya satu personel dilaporkan harus menjalani amputasi anggota tubuh.

Dilansir dari Anadolu, Kamis, 12 Maret 2026, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa hingga Selasa lebih dari 30 personel militer masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Salah satu korban dilaporkan dirawat di Brooke Army Medical Center di negara bagian Texas, Amerika Serikat. 

Sementara itu, 12 personel lainnya dirawat di Walter Reed National Military Medical Center yang terletak di dekat Washington, dan sekitar 25 tentara dirawat di Landstuhl Regional Medical Center di Jerman.

Sekitar 20 korban luka diterbangkan ke Jerman menggunakan pesawat militer C-17 karena kondisi cedera yang dinilai mendesak dan membutuhkan evakuasi medis. Sumber yang dikutip CBS menyebutkan para korban mengalami berbagai kondisi serius, termasuk gegar otak, kehilangan ingatan, serta cedera otak traumatis.

Pada tahap awal, Pentagon menyatakan hanya lima personel militer yang mengalami luka serius, sementara beberapa lainnya mengalami luka ringan akibat serpihan ledakan serta gegar otak.

Namun pada Selasa, juru bicara Pentagon Sean Parnell menyampaikan bahwa sejak perang dengan Iran dimulai, total 140 personel militer Amerika Serikat telah mengalami luka-luka.

Menurutnya, sebagian besar dari mereka telah kembali bertugas, sementara delapan tentara lainnya masih mengalami luka berat dan sedang menjalani perawatan medis lanjutan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)