Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. (ANTARA/HO-Kemendagri)
Kegiatan Belajar Mengajar di Wilayah Bencana Sudah Berjalan 100%
Achmad Zulfikar Fazli • 27 January 2026 19:51
Jakarta: Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan, proses belajar mengajar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, telah kembali berjalan 100 persen. Hal ini berjalan seiring percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terus dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas nama Satgas dan juga atas nama Dewan Pengarah karena kerja keras Bapak Ibu sekalian, kementerian [dan] lembaga, kemudian juga pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, kota, serta semua non-pemerintah yang hadir juga di sana,” kata dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 27 Januari 2026.
Berdasarkan laporan Satgas, saat ini 100 persen kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana telah kembali berlangsung. Namun, sekitar tiga persen masih dilaksanakan di ruang kelas darurat akibat keterbatasan sarana pascabencana.
Dia menegaskan pemulihan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah karena menyangkut keberlanjutan pembelajaran generasi muda di daerah terdampak.
Selain sektor pendidikan, dia memastikan penyelenggaraan pemerintahan di seluruh wilayah terdampak bencana telah kembali berjalan normal, termasuk di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota telah kembali melaksanakan fungsi pelayanan publik kepada masyarakat.
Selain itu, dia menyampaikan layanan kesehatan di ketiga provinsi terdampak telah kembali beroperasi normal. Dari 87 rumah sakit umum daerah terdampak, yang sebelumnya sembilan sempat berhenti beroperasi, seluruhnya telah kembali melayani masyarakat.
Baca Juga:
BNPB Targetkan Warga Terdampak Bencana di Sumatra Tempati Huntara Sebelum Puasa |
Sementara itu, dari 867 puskesmas terdampak, sebanyak 865 telah beroperasi normal dan dua masih beroperasi di lokasi sementara sambil menunggu pembangunan gedung baru.
Pada sektor infrastruktur dasar, pemulihan layanan kelistrikan menunjukkan perkembangan signifikan. Di Provinsi Aceh, kurang dari satu persen wilayah masih dalam proses pemulihan, sedangkan di Provinsi Sumatra Utara layanan listrik telah pulih hingga 99 persen dan di Provinsi Sumatra Barat telah menyala 100 persen.
Seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di ketiga provinsi tersebut juga telah beroperasi kembali.
Layanan internet di wilayah terdampak dinyatakan juga telah berjalan normal. Kemudian, pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas liquified petroleum gas (LPG) sudah relatif stabil.
Dia menekankan pentingnya menjaga konsistensi pasokan tersebut guna mendukung kelancaran aktivitas pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat.
Dari sisi ekonomi, seluruh pasar di Provinsi Sumatra Barat dan Sumatra Utara telah kembali beroperasi 100 persen. Di Provinsi Aceh, sekitar 65 persen pasar telah beroperasi, sisanya masih dalam proses pemulihan secara bertahap.
Dia mengakui masih terdapat sejumlah infrastruktur yang memerlukan perhatian lanjutan, antara lain jalan provinsi, kabupaten, dan desa yang belum sepenuhnya pulih, jembatan yang masih bersifat sementara, serta kebutuhan normalisasi sungai di beberapa daerah terdampak.
Untuk memastikan percepatan pemulihan berjalan optimal, Kemendagri membentuk posko pemantauan di tingkat pusat dan daerah.
“Ada posko di sini yang monitor, pos komandonya di Kemendagri, dan ada satu posko lagi di Aceh. Meskipun di Sumatra Utara, di Medan, Sumatra Barat juga mereka membentuk posko tingkat provinsi,” ujar dia.
Seluruh upaya tersebut dilakukan secara terpadu agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya di sektor pendidikan dan pelayanan publik, dapat berjalan efektif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat terdampak.