Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah. Foto: Metro TV/Nadia Ayu Soraya.
Said Abdullah Tegaskan Thomas Djiwandono Berkompeten Jadi Deputi Gubernur BI
Nadia Ayu Soraya • 26 January 2026 22:19
Jakarta: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menegaskan terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) bukan karena statusnya sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto. Said menekankan bahwa penempatan Thomas didasari oleh reputasi dan keahlian di bidang moneter.
"Secara proporsional kita tempatkan dulu seorang Thomas Djiwandono. Beliau ini jadi Wamenkeu karena memang punya reputasi, credibility, kemampuan, dan sebagainya, pasti. Dan melihat latar belakangnya Pak Thomas Djiwandono, dia memang expert-nya sebenarnya kan lebih di moneter daripada di fiskal," ujar Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 26 Januari 2026.
Said memahami adanya sensitivitas publik terkait hubungan kekeluargaan Thomas dengan Presiden serta kekhawatiran terhadap independensi BI. Namun, ia meyakini bahwa sistem kepemimpinan kolektif kolegial di bank sentral serta regulasi dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) sudah cukup ketat untuk menjaga independensi lembaga tersebut.
"Soal independensi BI dipertanyakan, karena Undang-Undang Bank Indonesia dan P2SK itu sangat ketat mengatur sedemikian rupa tentang independensi, seharusnya publik tidak perlu khawatir. Toh kepemimpinan di sana kolektif kolegial," imbuh Said.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur (Jatim) itu juga merespons tudingan miring mengenai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), Said menekankan bahwa seseorang tidak bisa memilih garis keturunan keluarganya. Baginya, yang paling utama dalam pengangkatan jabatan strategis ini adalah masalah kepercayaan dan integritas yang terukur.

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah. Foto: Dok. Istimewa.
"Ini bukan soal KKN. Soal trust. Untuk membangun sesuatu itu kalau tidak ada trust, kita kan akan kerepotan. Yang penting kita punya trust, kemudian terukur, integritasnya terjaga, maka saya pikir itu KKN-nya sudah bisa dilewati," tegas Said.
Said optimistis kehadiran Thomas akan memberikan kontribusi positif bagi stabilitas moneter nasional. Ia meyakini kapasitas Thomas sudah teruji selama menjabat di posisi pemerintahan sebelumnya.
"Akan sangat mumpuni Tommy (Thomas) di sana. Percaya deh. Saya melihat pemilihan kali ini pada sosok kemampuan Thomas," ujar Said.