Israel Salahkan Hizbullah Terkait Gugurnya Prajurit TNI yang Bertugas di UNIFIL

Wakil Tetap Israel untuk PBB Danny Danon. Foto: UNTV

Israel Salahkan Hizbullah Terkait Gugurnya Prajurit TNI yang Bertugas di UNIFIL

Fajar Nugraha • 1 April 2026 00:55

New York: Wakil Tetap Israel untuk PBB Danny Danon menuduh Hizbullah menjadi penyebab gugurnya tiga prajurit TNI di UNIFIL yang bertugas di Lebanon.

Danon yang mengikuti pertemuan darurat Dewan Kemanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) di New York, Selasa 31 Maret 2026 mengakui risiko yang mereka hadapi setiap hari dalam menjalankan mandat mereka.

“Mengenai serangan yang terjadi kemarin, 30 Maret, kami dapat mengonfirmasi hari ini bahwa pasukan UNIFIL terkena alat peledak Hizbullah dalam insiden di dekat Bani Hayan,” dalih Danon dalam pertemuan darurat itu, yang dilansir dari UN Web TV.

“Selain itu, penembakan posisi UNIFIL di dekat Adshid al-Qasr pada 29 Maret, di mana pasukan penjaga perdamaian UNIFIL tewas secara tragis, dilakukan oleh Hizbullah,” tuduh Danon.

Danon mengaku pasukan Israel (IDF) tidak menembak di dekat posisi tersebut.

“Situasinya kompleks. Situasinya berubah dengan cepat dan berbahaya. Tetapi satu hal yang sangat jelas. Ini tidak terjadi begitu saja. Israel tidak memilih konflik ini,” celoteh dubes zionis itu.

Danon menyebutkan Hizbullah telah melakukan serangan terkoordinasi terhadap warga sipil Israel, bertindak ke arah Iran. Lebih dari 5.000 roket, rudal, dan drone telah ditembakkan ke rakyat Israel.

“Banyak dari serangan ini diluncurkan dari daerah di selatan Sungai Litani. Anda tahu konsekuensinya. Orang-orang harus bersembunyi, pergi ke tempat penampungan,” jelas Danon.

Komunitas yang sama yang harus mengungsi selama lebih dari 18 bulan melakukannya lagi. Menurutnya ini adalah pelanggaran Resolusi 1701 dan 1559.

Dia kemudian terus berkicau sambil menuduh Hizbullah tertanam kuat di seluruh Lebanon selatan. Mereka dinilai beroperasi dari desa-desa. Mereka melancarkan serangan dari daerah sipil. Mereka memposisikan diri dekat dengan pasukan UNIFIL.

Menurut Danon, ini bukan kebetulan, ini adalah strategi yang disengaja. Mereka memilih di mana akan menempatkan peluncur rudal.

Lebih lanjut Danon menilai Hizbullah menempatkan UNIFIL di garis tembak di tengah.

Israel akar masalah

Wakil Tetap RI untuk PBB, Dubes Umar Hadi tegas menyebutkan bahwa serangan yang terjadi, berakar dari ulah Israel melalui militernya ke wilayah Lebanon.

“Siapa yang bertanggung jawab atas terciptanya dan berlanjutnya zona permusuhan aktif tersebut? Eskalasi saat ini tidak muncul begitu saja. Hal ini berakar dari serangan berulang kali oleh militer Israel ke wilayah Lebanon,” ujar Dubes Umar Hadi yang juga hadir dalam pertemuan darurat DK PBB mengenai situasi di Timur Tengah itu.

“Indonesia mengutuk keras serangan Israel di Lebanon selatan yang merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon,” kata Dubes Umar Hadi.

Dubes Umar menambahkan, Indonesia terus berdiri dalam solidaritas dengan Pemerintah dan rakyat Lebanon. Seiring meningkatnya permusuhan di Lebanon selatan, serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL juga meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)