Polisi Tangkap Pemuda Terduga Pelaku Teror Pembakaran di Jaktim

Kapolsek Matraman AKP Suripno. Foto: ANTARA/Siti Nurhaliza.

Polisi Tangkap Pemuda Terduga Pelaku Teror Pembakaran di Jaktim

Fachri Audhia Hafiez • 12 May 2026 09:34

Jakarta: Aparat Polsek Matraman berhasil mengamankan seorang pria berinisial A, 24, yang diduga menjadi dalang aksi teror pembakaran di sejumlah titik wilayah Kelurahan Pisangan Baru, Jakarta Timur (Jaktim). Penangkapan dilakukan di kediaman pelaku pada Senin malam, 11 Mei 2026, guna mencegah aksi main hakim sendiri oleh massa yang telah mengepung lokasi.

"Mengamankan terduga pelaku yang membakar di sejumlah lokasi. Terduga pelaku diamankan di rumahnya," kata Kapolsek Matraman AKP Suripno saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 12 Mei 2026.
 


Suripno menjelaskan, saat proses pengamanan, pihaknya bekerja sama dengan Satpol PP dan tokoh masyarakat setempat untuk memastikan situasi tetap kondusif. Selain pelaku, polisi juga menyita satu unit sepeda motor yang diduga kuat digunakan untuk berpindah titik saat melakukan pembakaran.

"Saat kejadian, itu kami bersama dengan Satpol PP keseluruhan hadir, dari rekan-rekan RT/RW juga hadir, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) juga ada, kita kompak wilayah Matraman berupaya mengkondusifkan keadaan," jelas Suripno.

Hingga saat ini, Unit Reskrim Polsek Matraman masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pemuda tersebut. Pihak kepolisian fokus untuk mengungkap motif di balik aksi nekat yang sempat memicu kepanikan warga di kawasan padat penduduk tersebut.

"Kita masih pemeriksaan untuk mendalami motif aksi tersebut," ucap Suripno.


Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan teror pembakaran di wilayah Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.

Keresahan warga bermula ketika serangkaian titik api muncul secara misterius antara pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Ketua RW 05 Pisangan Baru, Ramdani, menyebutkan bahwa identitas pelaku akhirnya terbongkar melalui rekaman kamera pengawas yang terpasang di permukiman.

"Jam 03.00 sampai jam 04.00 dini hari kejadiannya. Setelah terlihat dari CCTV, dari sisi kanan kiri menjurus titiknya ke sini. Ternyata, orang tuanya juga mengakui setelah melihat CCTV, 'Oh iya itu anak saya'," ungkap Ramdani.

Aksi pembakaran tersebut memicu pergerakan massa dari RW 03 hingga RW 06 yang mendatangi rumah pelaku.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)