Pasukan UNIFIL yang bertugas di Lebanon. Foto: Anadolu
PBB Desak Dihentikannya Serangan Terhadap Pasukan Perdamaian di Lebanon
Fajar Nugraha • 23 April 2026 19:22
New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan seruan baru agar perlindungan terhadap pasukan perdamaian diperkuat.
Seruan diutarakan pada Rabu, 22 April 2026 setelah seorang penjaga perdamaian kembali meninggal dunia akibat serangan di Lebanon selatan.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan duka atas wafatnya prajurit Prancis yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). Korban meninggal setelah terluka dalam serangan pada 18 April yang juga menewaskan satu penjaga perdamaian lain dan melukai tiga orang.
Dujarric menyampaikan pesan Guterres yang menekankan pentingnya kepatuhan terhadap hukum internasional.
“Serangan terhadap penjaga perdamaian harus dihentikan karena merupakan pelanggaran serius hukum humaniter internasional,” ucap Guterres, dikutip dari Anadolu, Kamis, 23 April 2026.
PBB juga mendesak agar setiap serangan segera diselidiki dan pelaku dimintai pertanggungjawaban. Serangan terhadap pasukan perdamaian disebut berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Sebelumnya, pemerintah Prancis mengonfirmasi korban tewas bernama Anicet Girardin yang sempat dievakuasi untuk perawatan. Insiden yang sama juga menewaskan Adjutant Florian Montorio serta melukai dua personel lainnya.
(Keysa Qanita)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com