Dolar AS. Foto: MI/Usman Iskandar.
Dolar AS Ambruk Lawan 6 Mata Uang Utama Dunia
Husen Miftahudin • 25 April 2026 09:13
New York: Dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor beralih dari aset aman ke aset berisiko setelah AS dan Iran mengisyaratkan lebih banyak pembicaraan damai.
Meskipun demikian, dolar AS berada di jalur untuk mengakhiri penurunan selama dua minggu, karena meningkatnya ketegangan di dalam dan sekitar Selat Hormuz sehingga meningkatkan permintaan terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.
Para pelaku pasar valuta asing juga mengamati perkembangan baru dalam perseteruan antara Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya dengan Ketua Federal Reserve Jerome Powell, setelah penyelidikan terhadap renovasi gedung bank sentral dihentikan. Langkah ini kemungkinan membuka jalan bagi calon pilihan Trump, Kevin Warsh, untuk mengambil alih jabatan sebagai kepala Fed.
Mengutip Xinhua, Sabtu, 25 April 2026, indeks dolar, yang mengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,25 persen menjadi 98,529.
Pada penutupan perdagangan di New York, euro menguat menjadi USD1,1713 dari USD1,1685 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris meningkat menjadi USD1,3521 dari USD1,3468 pada sesi sebelumnya.
Dolar AS diperdagangkan pada 159,44 yen Jepang, lebih rendah dari 159,74 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,7855 franc Swiss dari 0,7862 franc Swiss.
Mata uang Negeri Paman Sam itu juga turun menjadi 1,3673 dolar Kanada dari 1,3701 dolar Kanada. Dolar AS kehilangan 9,2304 krona Swedia dari 9,2576 krona Swedia.
| Baca juga: BI Sebut Gejolak Global Pengaruhi Gerak Rupiah Hari Ini |

(Dolar AS. Foto: Freepik)
Negosiator AS-Iran kembali ke meja perundingan
Mengutip Investing.com, selera risiko pada investasi meningkat pada Jumat setelah adanya tanda-tanda AS dan Iran bersedia untuk berdialog. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan ia memulai kunjungan tepat waktu ke Islamabad, Muscat, dan Moskow.
Media pemerintah Iran dan Associated Press sebelumnya telah melaporkan tentang kunjungan tersebut, meskipun keduanya tidak menyebutkan apa pun tentang pertemuan Araghchi dengan para negosiator AS.
"Tujuan kunjungan saya adalah untuk berkoordinasi erat dengan mitra kami dalam hal-hal bilateral dan berkonsultasi tentang perkembangan regional. Negara-negara tetangga adalah prioritas kami," kata Abbas Araghchi lewat platform X.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengkonfirmasi laporan CNN bahwa Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan pengusaha Amerika Jared Kushner akan melakukan perjalanan ke Pakistan untuk pembicaraan lebih lanjut pada Sabtu pagi.
"Pihak Iran telah menghubungi kami, seperti yang diminta presiden, dan meminta percakapan tatap muka ini, jadi presiden mengirim Steve dan Jared untuk mendengarkan apa yang ingin mereka sampaikan. Dan kami berharap ini akan menjadi percakapan yang produktif dan mudah-mudahan dapat memajukan proses menuju kesepakatan," kata Leavitt.
Kemudian, Trump mengatakan kepada Reuters bahwa Iran berencana untuk mengajukan tawaran yang akan memenuhi tuntutan AS, menambahkan dia belum tahu apa tawaran itu nantinya.
Langkah untuk kembali ke meja perundingan dilakukan setelah Trump pada hari Kamis mengumumkan perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.