Karhutla Kalteng Picu Kualitas Udara Tak Sehat dan Jarak Pandang 3 Km

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan. Foto: Breaking News Metro TV.

Karhutla Kalteng Picu Kualitas Udara Tak Sehat dan Jarak Pandang 3 Km

Fachri Audhia Hafiez • 2 September 2026 16:15

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi 50 titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) per 1 September 2026. Maraknya kebakaran tersebut memicu penurunan kualitas udara hingga masuk kategori sangat tidak sehat, dengan jarak pandang yang menyusut.

"Luas lahan terbakar 77 hektare lebih, dan luas yang berhasil dipadamkan sebesar 48 hektare lebih dengan kualitas udara sangat tidak sehat, dengan jarak pandang sebesar 3 Km," ujar pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 2 September 2026.
 


Berton memaparkan bahwa pemadaman api di wilayah Kalteng dilakukan melalui sinergi tim Satgas Darat dan Satgas Udara. Di jalur darat, ribuan personel dikerahkan untuk menjangkau lokasi-lokasi kebakaran.

"Untuk Satgas Darat, jumlah personel yang dikerahkan sebesar 10.700 orang dengan luas yang dipadamkan sebesar 48 hektare lebih. Sedangkan Satgas Udara dilakukan dengan 2 armada dengan operasi 3 jam sampai 12 menit," ujar Berton.

Terkait operasi pemadaman lewat udara, water bombing belum bisa dilaksanakan. Karena, helikopter pemadam harus menjalani perawatan berkala.


Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan. Foto: Dok. Antara.

"Water bombing tidak dilakukan dan tentu ini juga tidak ada jumlah air yang dicurahkan atau dijatuhkan. Namun demikian, kita melakukan operasi modifikasi cuaca 1 kali dengan menyebarkan 800 kg garam dengan waktu 2 jam 8 menit," ungkap Berton.

Guna mengoptimalkan penanganan di lapangan, Satgas Darat telah membagi pemadaman prioritas di 10 kabupaten/kota. Yakni, Palangkaraya, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas, Pulang Pisau, Lamandau, Barito Utara, Barito Selatan, dan Gunung Mas.

(Fachri Audhia Hafiez)