Komunitas Indonesian Railfans saat kegiatan menghias lokomotif. Foto: Dok. Pribadi.
Cerita Railfans Saksi Transformasi Wajah Kereta Api Indonesia
Metro TV • 22 September 2026 16:56
Jakarta: Bagi sebagian orang, bepergian dengan kereta menjadi momen istimewa tersendiri. Pengalaman berkendara bebas hambatan dengan suguhan pemandangan indah bisa dirasakan pengguna moda transportasi ini.
Tak heran, kereta memiliki daya tarik bagi penggemarnya atau yang akrab disapa railfans. Hal ini turut dialami Deo Sasongko, Ketua Indonesian Railfans, yang telah merasakan layanan kereta Indonesia dulu dan kini.
Seiring berjalannya waktu, Deo menyebut perkeretaapian Indonesia terus menunjukkan semangat perbaikan. Ketika dulu misalnya, dia menyebut harus menghadapi antrean yang mengular demi mendapat tiket kereta.
Namun, kini dia tak lagi menemui hal serupa. Layanan pembelian tiket kereta sudah jauh lebih tertata.
“Dulunya kalau kita pesan tiket kereta itu harus antre banget. Terutama pada saat musim lebaran itu. Yang namanya antre itu mulai dari kita antrinya dari subuh baru dilayani siang itu. Sekarang sudah tidak ada (antrean panjang),” kata Deo kepada Metrotvnews.com, Selasa, 22 September 2026.
Selain itu, Deo mengenang soal jam keberangkatan dan tiba yang kerap tidak menentu pada kereta lokal. Ditambah ketiadaan kereta pembangkit listrik membuat perjalanan dilanjutkan dalam keadaan gelap gulita saat malam hari.
“Saat itu saya naik kereta lokal itu ya, misalkan berangkat siang, tapi sampenya sore menjelang maghrib, itu enggak ada lampunya. Karena memang waktu itu keretanya enggak (ada kereta) pembangkit,” kata Deo.
Kini Deo mengungkap selalu memilih moda transportasi kereta selama terdapat rute yang ingin dituju. Salah satu alasannya adalah demi mendapat kemudahan fasilitas toilet memadai yang tidak dimiliki moda transportasi umum lain seperti bis. Padahal, dulu toilet menurutnya menjadi momok bagi penumpang kereta karena kondisinya yang tidak layak.
“Wah itu kalau dulu itu namanya toilet itu cuma pajangan saja. Dan baunya itu, minta ampun itu bau. Sekarang saya kalau ke mana-mana selalu kereta, karena gampang kalau ke toilet. Sekarang sudah bersih juga, nyaman lah,” ujar Deo.

Komunitas Indonesian Railfans dalam kegiatan menghias lokomotif KAI. Foto: Dok. Pribadi.
Kecintaannya pada kereta bisa dibilang bertambah saat era Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ignasius Jonan, menjabat. Sejak itu, wajah perkeretaapian Indonesia berubah secara signifikan.
“Di jamannya Pak Jonan itu lah kita bisa beralih. Yang dulunya kalau kita pesan tiket kereta itu harus antre banget sekarang enggak terlalu. Kereta juga jadi lebih terjamin. Bersih juga kan. Banyak sekali lah pokoknya yang bikin saya jatuh cinta pada kereta sejak jamannya Pak Ignasius Jonan itu,” kata Deo.
Di masa sekarang, perkembangan kereta di Indonesia justru makin melesat. Berbagai jenis rangkaian baru diluncurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal tersebut yang turut disoroti Deo sebagai pengguna sekaligus pecinta kereta.
“Ada langkah meremajakan armada-armada lamanya itu menjadi kereta-kereta baru, seperti kemarin ada kereta petani dan pedagang, dan beberapa juga disulap menjadi kereta makan yang mewah. Ada juga yang disulap jadi kompartemen,” ucap Deo.
Di sisi lain, peningkatan kualitas layanan ini diharapkan tidak membuat kereta justru semakin jauh dijangkau masyarakat. Deo berkeinginan agar layanan kereta di Indonesia selalu mengutamakan layanan di samping juga penyesuaian harga yang dapat diakses banyak lapisan masyarakat.
“Tetap menjadikan kereta sebagai transportasi massal yang terjaga, karena memang betul layanan sudah ditingkatkan, tapi jangan lupakan soal harga ini. Kami harapannya kereta bisa dinikmati oleh semua kalangan, tidak hanya kalangan-kalangan tertentu,” kata Deo.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)