Transaksi Rupiah-Won Meningkat, Biaya Konversi Berpotensi Lebih Hemat

Ilustrasi Won Korea. Foto: Magnific.

Transaksi Rupiah-Won Meningkat, Biaya Konversi Berpotensi Lebih Hemat

Ade Hapsari Lestarini • 24 September 2026 19:02

Jakarta: Transaksi rupiah ke won Korea terus meningkat seiring penggunaan mekanisme transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT). Skema tersebut dinilai dapat menekan biaya konversi mata uang bagi perusahaan yang melakukan pembayaran ke Korea.

Sebelumnya, transaksi dari rupiah ke won umumnya melalui dua tahap konversi, yakni rupiah ke dolar Amerika Serikat (USD), kemudian USD ke won Korea. Dengan mekanisme transaksi langsung, rupiah dapat dikonversi langsung ke won sehingga perusahaan hanya melakukan satu kali konversi.

Direktur Wholesale Banking KB Bank Widodo Suryadi menjelaskan skema tersebut berpotensi menghemat biaya dari selisih nilai tukar atau spread hingga sekitar 20 persen dibandingkan transaksi melalui dua mata uang.


Direktur Wholesale Banking KB Bank Widodo Suryadi. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
 

 

Transaksi won Korea meningkat


"Kalau dulu kan rupiah ke USD, USD ke Korean Won atau sebaliknya, itu mungkin bisa sampai 20 persen dari spread yang bisa dihemat oleh perusahaan-perusahaan. Kita lakukan langsung direct garansi, transfer gitu. Jadi itu sebenarnya perusahaan-perusahaan sangat menghemat," ucap Widodo dalam acara KB Bank Workshop Wholesale Banking, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Widodo menyebut perkembangan transaksi won Korea terus meningkat dari bulan ke bulan. Secara tahunan, pertumbuhan transaksi tersebut masih berada di kisaran satu digit tinggi atau high single digit. Di sisi lain, edukasi mengenai transaksi langsung rupiah ke won Korea masih terus dilakukan pada perusahaan-perusahaan Korea di Indonesia. (Tiaranissa Juliansyah)

(Ade Hapsari Lestarini)