Asap Karhutla Picu ISPA, Kenali Gejala hingga Cara Mengobatinya

Ilustrasi freepik

Asap Karhutla Picu ISPA, Kenali Gejala hingga Cara Mengobatinya

Putri Purnama Sari • 28 August 2026 11:01

Jakarta: Dalam beberapa pekan terakhir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian publik. Selain merusak lingkungan, kebakaran juga menurunkan kualitas udara akibat kabut asap yang mengandung partikel berbahaya.

Kondisi ini membuat risiko terkena infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma atau penyakit paru.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan lebih dari 3 juta warga di 37 kabupaten/kota terdampak kabut asap akibat karhutla. Sejumlah daerah juga mencatat lonjakan kasus ISPA selama Agustus 2026 seiring memburuknya kualitas udara.

Mengapa Asap Kebakaran Bisa Memicu ISPA?

Asap kebakaran mengandung berbagai zat pencemar, termasuk partikel halus PM2.5 yang berukuran sangat kecil. Partikel ini dapat masuk hingga ke paru-paru dan mengiritasi saluran pernapasan.

Paparan asap dalam waktu lama dapat menyebabkan:

  • Iritasi hidung dan tenggorokan
  • Batuk dan pilek
  • Sesak napas
  • Memperburuk asma
  • Meningkatkan risiko ISPA hingga pneumonia pada kelompok rentan

Semakin buruk kualitas udara, semakin besar pula risiko gangguan pernapasan.

Penyebab ISPA

Dilansir dari EMC Healthcare, ISPA dapat disebabkan oleh berbagai jenis virus dan bakteri yang menyerang saluran pernapasan. Virus menjadi penyebab paling umum, di antaranya adenovirus, rhinovirus, dan respiratory syncytial virus (RSV).

Adenovirus dapat menyebabkan flu, bronkitis, hingga pneumonia. Rhinovirus dapat menyebabkan pilek dengan gejala hidung tersumbat, bersin, dan sakit tenggorokan. Sementara RSV sering menyerang anak-anak dan dapat berkembang menjadi bronkitis atau pneumonia.

Selain virus, ISPA juga dapat disebabkan oleh bakteri seperti Streptococcus, Haemophilus, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, Mycoplasma pneumoniae, dan Chlamydia.

Faktor penyebab lainnya adalah paparan polusi udara, termasuk asap kendaraan dan asap kebakaran, karena dapat mengganggu sistem pernapasan dan sirkulasi oksigen dalam tubuh.

Gejala ISPA Akibat Paparan Asap Kebakaran


Ilustrasi freepik

Gejala ISPA yang muncul akibat paparan asap umumnya sama dengan infeksi saluran pernapasan lainnya, yaitu:

  • Batuk kering atau berdahak
  • Hidung tersumbat atau pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Bersin-bersin
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Sesak napas atau napas terasa lebih berat

Jika gejala disertai sesak yang memburuk, bibir kebiruan, atau demam tinggi berkepanjangan, segera periksa ke fasilitas kesehatan.

Pengobatan Penyakit ISPA

Pengobatan ISPA disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan penyakit. Pada umumnya, ISPA ringan dapat ditangani dengan perawatan di rumah untuk membantu meredakan gejala dan mempercepat pemulihan.

Beberapa langkah pengobatan yang dianjurkan antara lain:

  • Istirahat yang cukup agar sistem kekebalan tubuh dapat melawan infeksi secara optimal
  • Memperbanyak konsumsi cairan untuk mencegah dehidrasi dan membantu mengencerkan dahak
  • Menggunakan obat penurun demam atau antipiretik jika mengalami demam
  • Mengonsumsi dekongestan untuk membantu meredakan hidung tersumbat sesuai anjuran tenaga kesehatan

Pada ISPA yang disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik. Namun, antibiotik tidak diperlukan untuk ISPA yang disebabkan oleh virus sehingga penggunaannya harus sesuai resep dokter.

Cara Mencegah ISPA

Di tengah kondisi kualitas udara yang menurun akibat kebakaran, pencegahan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko ISPA. EMC Healthcare menyarankan beberapa cara sederhana, yaitu:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit
  • Menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin menggunakan tisu atau siku bagian dalam
  • Menjaga kebersihan lingkungan agar tetap higienis
  • Mendapatkan vaksin influenza setiap tahun sebagai perlindungan terhadap virus influenza

Kapan Harus ke Dokter?

ISPA umumnya dapat sembuh dengan perawatan yang tepat. Namun, jika gejala tidak kunjung membaik, semakin parah, atau muncul sesak napas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan sesuai penyebab infeksinya.

Cara lainnya adalah dengan menjaga kebersihan diri, mengurangi paparan asap kebakaran, dan segera mengobati gejala sejak awal agar dapat membantu mencegah ISPA berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.

(Siti Nahdia Usman)

(Putri Purnama Sari)