Ilustrasi bus listrik. Foto: dok INAPA 2026.
Transportasi Publik dan Kendaraan Listrik Jadi Andalan Baru Pertumbuhan Ekonomi
Ade Hapsari Lestarini • 21 May 2026 13:38
Jakarta: Pemerintah terus mendorong penguatan industri otomotif nasional, termasuk sektor kendaraan komersial dan transportasi publik sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kementerian Perindustrian, Mahardi Tunggul Wicaksono, industri kendaraan roda empat nasional saat ini mampu memproduksi lebih dari 1,6 juta unit per tahun dengan nilai investasi mencapai lebih dari Rp163 triliun dan menyerap puluhan ribu tenaga kerja.
Mahardi menambahkan, Indonesia memiliki fondasi industri manufaktur yang kuat untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik, kendaraan niaga, serta mobilitas berkelanjutan di masa depan. Hal ini sejalan dengan penyelenggaraan pameran pameran otomotif, kendaraan niaga, transportasi publik, bus, logistik, dan suku cadang terbesar di ASEAN, INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
"Pameran seperti INAPA dan Busworld Southeast Asia menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pelaku teknologi dalam mendorong transformasi industri transportasi nasional yang lebih modern dan berkelanjutan," ujar dia, dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Mei 2026.
Ajang ini menjadi platform strategis bagi pelaku industri nasional dan global di tengah percepatan transformasi industri otomotif Indonesia menuju elektrifikasi, penguatan logistik, modernisasi transportasi publik, serta peningkatan kandungan lokal.
Pameran yang berlangsung pada 20-22 Mei 2026 ini menghadirkan lebih dari 1.500 perusahaan global dan diperkirakan dihadiri lebih dari 45 ribu profesional industri dari sektor otomotif, kendaraan listrik, transportasi publik, logistik, aftermarket, hingga kendaraan niaga.
INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 juga diselenggarakan bersamaan dengan sejumlah pameran industri terkait, seperti EV & Charging Indonesia, INABIKE, Lube Indonesia, Tyre & Rubber Indonesia, Fastener & Hardware Indonesia, Transport & Logistics Indonesia, Forklift Indonesia, CON-MINE, serta Truck & Trailer Indonesia 2026.
Pertumbuhan sektor transportasi
Presiden Direktur GEM Indonesia, Baki Lee, mengatakan penyelenggaraan Busworld Southeast Asia bersama INAPA 2026 dan Transport & Logistics Indonesia 2026 menunjukkan pesatnya pertumbuhan sektor transportasi, logistik, infrastruktur, dan mobilitas berkelanjutan di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.
Menurut dia, pameran ini tidak hanya menjadi ajang menampilkan teknologi dan inovasi terbaru, tetapi juga menjadi ruang pertemuan strategis bagi pelaku industri untuk membangun kolaborasi dan peluang bisnis secara langsung.
"Hari ini kami bangga dapat menghadirkan salah satu pameran terbesar di Asia Tenggara untuk industri otomotif dan logistik, khususnya sektor bus, coach, serta aftermarket otomotif," ujar dia.
Baki menilai, transformasi industri otomotif Indonesia kini tidak lagi hanya bertumpu pada kendaraan pribadi, tetapi juga bergerak menuju pengembangan ekosistem transportasi publik, kendaraan komersial, logistik, dan mobilitas berkelanjutan.
"Pameran ini bukan sekadar ajang exhibition, tetapi juga menjadi tempat berkumpul, bertatap muka, dan membangun pertemuan bisnis secara langsung. Kami berharap kegiatan ini terus menghadirkan peluang bisnis nyata bagi pelaku industri dan operator," jelas dia.
Kepala Direktorat Angkutan Tidak Dalam Trayek Kementerian Perhubungan, Utomo Harwaman, mengatakan pengembangan transportasi publik dan kendaraan niaga membutuhkan dukungan ekosistem industri yang kuat, mulai dari manufaktur kendaraan, operator transportasi, hingga infrastruktur pendukung.
Menurut dia, transformasi transportasi publik menuju sistem yang lebih efisien, aman, dan rendah emisi menjadi bagian penting dalam pembangunan mobilitas perkotaan Indonesia ke depan.
Industri bus dan transportasi publik global memasuki era transformasi besar
General Manager Busworld International, Vincent Dewaele, mengatakan industri bus dan transportasi publik global saat ini tengah memasuki era transformasi besar yang didorong oleh transisi energi, digitalisasi, urbanisasi, serta meningkatnya kebutuhan terhadap sistem mobilitas berkelanjutan.
"Bus dan coach kini bukan lagi sekadar kendaraan, tetapi telah menjadi instrumen strategis bagi pembangunan ekonomi, konektivitas sosial, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan," ujar dia.
Vincent menilai masa depan mobilitas tidak akan ditentukan hanya oleh satu teknologi, melainkan kombinasi berbagai solusi transportasi yang saling melengkapi, mulai dari kendaraan listrik, sistem hybrid, hidrogen, bahan bakar alternatif, hingga optimalisasi armada digital dan manajemen energi cerdas.
Menurut dia, Asia Tenggara memiliki potensi besar menjadi salah satu pusat transformasi transportasi berkelanjutan dunia, termasuk Indonesia yang dinilai menunjukkan ambisi kuat dalam pembangunan infrastruktur, modernisasi transportasi publik, dan transisi energi.
"Perusahaan dan negara yang berani berkolaborasi, beradaptasi, dan berinvestasi dalam mobilitas berkelanjutan hari ini akan menjadi pemimpin di masa depan," kata dia.

Ilustrasi bus listrik. Foto: dok INAPA 2026.
Dewan Pakar Askarindo sekaligus perwakilan Busworld Southeast Asia 2026, Budi Setiyadi mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi sebagai basis pengembangan industri kendaraan komersial dan transportasi publik di kawasan ASEAN.
Dia mengatakan, perkembangan industri karoseri nasional saat ini menunjukkan tren positif, termasuk dalam mendukung transformasi kendaraan listrik dan modernisasi transportasi publik.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, operator transportasi, asosiasi, dan pelaku industri dapat terus diperkuat sehingga industri transportasi dan kendaraan komersial nasional mampu berkembang lebih kompetitif di tingkat regional maupun global,” ujar dia.
Budi menilai pameran INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, asosiasi, operator transportasi, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem transportasi publik yang lebih maju dan berkelanjutan.
Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam pameran tahun ini adalah meningkatnya kebutuhan kendaraan logistik dan distribusi yang dipicu oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai mulai menciptakan efek berganda terhadap industri transportasi dan otomotif nasional, terutama pada sektor kendaraan distribusi, cold chain logistics, kendaraan niaga ringan, hingga industri karoseri.
"Program MBG bukan hanya program sosial, tetapi juga menciptakan multiplier effect terhadap sektor logistik, kendaraan distribusi, hingga industri pendukung otomotif nasional. Distribusi pangan dalam skala besar membutuhkan sistem logistik yang efisien dan armada yang memadai," kata Baki Lee.
Baca Juga :
Pemerintah Berkomitmen Perkuat Daya Saing Sektor Otomotif di Tengah Tekanan Ekonomi Global
Busworld Southeast Asia Conference 2026
Selain pameran, Busworld Southeast Asia Conference 2026 kembali hadir sebagai forum strategis bertema “Driving The Future of ASEAN Mobility: Clean, Smart and Connected Buses”.
Konferensi ini mempertemukan regulator, operator transportasi, manufaktur bus, asosiasi industri, penyedia teknologi, dan pakar mobilitas dari Indonesia maupun internasional untuk membahas masa depan transportasi publik ASEAN.
Sejumlah topik utama yang dibahas meliputi Electric & Sustainable Bus, Smart Transportation Technology, Connected Mobility Ecosystem, Public Transport Development, hingga Bus Industry Innovation.
Konferensi juga mengangkat pembahasan mengenai integrasi multimoda, sistem pembayaran digital, konektivitas antarmoda, pengembangan budaya transportasi publik menuju 500 tahun Jakarta sebagai kota global, hingga peluang pengembangan bus rendah emisi dan dekarbonisasi transportasi publik di kawasan ASEAN.
Pameran ini turut diikuti sejumlah perusahaan nasional dan internasional, seperti PT Adiputro Wirasejati, PT Mekar Armada Jaya, PT Laksana Bus Manufaktur, PT Tentrem Sejahtera, PT Piala Mas Industri, Xiamen Golden Dragon Bus Co., Ltd., PT Hangcha Indonesia Forklift, PT Berca Mandiri Perkasa, PT Nusantara Global Autoparts, dan berbagai pelaku utama industri lainnya.
INAPA 2026 dan Busworld Southeast Asia 2026 diharapkan menjadi platform strategis bagi pelaku industri untuk membangun kemitraan, memperluas investasi, memperkuat industri nasional, sekaligus mendukung transformasi transportasi dan logistik Indonesia menuju sistem mobilitas yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.