Wall Street Bervariasi: Dow Jones Raup Cuan, Nasdaq Tertekan Pelemahan Saham Teknologi

Ilustrasi, perdagangan saham di Wall Street. Foto: Xinhua/Liu Yanan.

Wall Street Bervariasi: Dow Jones Raup Cuan, Nasdaq Tertekan Pelemahan Saham Teknologi

Husen Miftahudin • 25 August 2026 09:04

New York: Pasar saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup bervariasi pada perdagangan Senin waktu setempat. Pelemahan tajam saham perusahaan semikonduktor menekan sektor teknologi, sementara investor mencermati kebijakan sanksi baru AS terhadap Iran serta rencana kenaikan tarif perdagangan terhadap Kanada.

Mengutip Xinhua, Selasa, 25 Agustus 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 140,15 poin atau 0,26 persen menjadi 53.417,16. Sebaliknya, S&P 500 turun 21,51 poin atau 0,28 persen ke level 7.652,86. Tekanan lebih besar terjadi pada Nasdaq Composite yang terkoreksi 200,264 poin atau 0,77 persen menjadi 25.980,19.

Dari 11 sektor utama S&P 500, sebanyak delapan sektor berakhir di zona positif. Sektor barang konsumsi pokok dan keuangan mencatat kenaikan terbesar, masing-masing 1,76 persen dan 1,24 persen. Di sisi lain, sektor teknologi turun 1,59 persen, sedangkan sektor energi terkoreksi 0,76 persen.

Adapun pelemahan sektor teknologi dipicu aksi jual di sejumlah perusahaan semikonduktor. Saham perusahaan memori dan chip berada di bawah tekanan setelah muncul laporan mengenai rencana Nvidia menaikkan harga pada sejumlah konfigurasi server kecerdasan buatan (AI).

Sejumlah saham perusahaan semikonduktor ditutup melemah. SanDisk, Western Digital, SK Hynix, Micron Technology, dan Seagate Technology menjadi bagian dari perusahaan yang mengalami tekanan pada perdagangan tersebut.

Pergerakan saham semikonduktor menjadi perhatian investor mengingat kinerja sektor tersebut berkaitan erat dengan perkembangan investasi infrastruktur AI.
 



(Ilustrasi. Foto: Freepik)
 

Sanksi Iran dan tarif Kanada jadi perhatian


Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan geopolitik dan kebijakan perdagangan AS. Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin mengumumkan sanksi baru terhadap Iran. Ia juga memperingatkan Iran mengenai konsekuensi ekonomi yang lebih berat melalui ancaman "Hari-H ekonomi".

Kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran dan semakin membatasi hubungan negara tersebut dengan sistem ekonomi global.

Di sisi perdagangan, Presiden AS Donald Trump meningkatkan ketegangan dengan Kanada setelah mengumumkan rencana menaikkan tarif terhadap mobil, suku cadang otomotif, dan baja asal Kanada menjadi 50 persen mulai 1 Januari 2027. Kabar tersebut turut menekan saham perusahaan otomotif AS. Saham General Motors dan Ford ditutup melemah.

Pergerakan saham perusahaan juga dipengaruhi publikasi laporan keuangan kuartalan. Saham perusahaan e-commerce asal Tiongkok yang terdaftar di bursa AS, PDD, turun 1,48 persen setelah menyampaikan laporan keuangan kuartalannya.

Sementara itu, saham produsen kendaraan listrik XPeng merosot lebih dalam, yakni 8,53 persen, setelah laporan keuangan kuartalan terbaru perusahaan tersebut.

Perhatian pelaku pasar selanjutnya tertuju pada sejumlah agenda penting pada pekan ini. Salah satu fokus utama ialah laporan kinerja kuartal kedua Nvidia yang dijadwalkan terbit pada Rabu. Laporan tersebut menjadi perhatian investor untuk melihat perkembangan permintaan terhadap produk dan infrastruktur AI.

Pasar juga menantikan pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dalam Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole. Pernyataan tersebut akan menjadi salah satu agenda yang dicermati investor dalam menilai arah kebijakan bank sentral AS.

(Husen Miftahudin)