Ilustrasi. Foto: Freepik.
Kontrak Berjangka Wall Street Stabil, Investor Pelototi Nvidia hingga Fed
Husen Miftahudin • 24 August 2026 09:00
New York: Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat (AS) bergerak stabil pada perdagangan Minggu malam setelah Wall Street mencatat kinerja negatif dalam sepekan terakhir. Investor kini mencermati sejumlah katalis utama, termasuk laporan keuangan Nvidia dan simposium Jackson Hole.
Mengutip Investing.com, Senin, 24 Agustus 2026, S&P 500 Futures tidak berubah di level 7.692,50 poin. Nasdaq 100 Futures juga stagnan di 29.390,50 poin, sedangkan Dow Jones Futures diperdagangkan datar di 53.346,0 poin.
Pergerakan tersebut terjadi setelah indeks utama Wall Street mencatat pelemahan pada pekan sebelumnya. S&P 500 turun 1,43 persen, Nasdaq merosot 2,1 persen, sedangkan Dow Jones melemah 0,9 persen. Penurunan tersebut sekaligus mengakhiri tren penguatan selama tiga pekan berturut-turut pada S&P 500 dan Nasdaq.
Investor semakin mencermati pergerakan pasar obligasi di tengah kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah AS. Peningkatan imbal hasil obligasi jangka panjang memberikan tekanan terhadap saham-saham pertumbuhan dan teknologi.
Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 30 tahun naik ke level tertinggi sejak 2007 pada pekan lalu. Sementara itu, imbal hasil Treasury bertenor 10 tahun bergerak di sekitar 4,7 persen.
Rencana Menteri Keuangan AS Scott Bessent untuk menggandakan pembelian utang pemerintah jangka panjang sempat memberikan dukungan terhadap pasar. Namun, imbal hasil kembali meningkat menjelang akhir pekan.
(2).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Ketegangan Timur Tengah hingga Jackson Hole jadi perhatian
Ketidakpastian pasar juga dipengaruhi perkembangan di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang melakukan perdagangan dengan Iran.
Ancaman tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak. Harga minyak mentah Brent tercatat turun dalam perdagangan Asia pada Senin, tetapi masih berada di atas USD93 per barel setelah naik lebih dari 6 persen dalam sepekan terakhir.
Iran menolak ancaman sanksi terbaru dari AS. Sementara itu, Washington diperkirakan mengumumkan langkah tambahan terkait kebijakan terhadap Iran.
Investor juga akan mencermati sejumlah agenda penting pada pekan ini. Nvidia dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan pada Rabu.
Kinerja perusahaan teknologi tersebut menjadi salah satu perhatian pasar karena berkaitan dengan perkembangan investasi di sektor kecerdasan buatan (AI). Laporan tersebut juga akan menjadi salah satu indikator yang dicermati investor terhadap perkembangan bisnis AI.
Perhatian investor selanjutnya tertuju pada simposium Jackson Hole yang diselenggarakan Federal Reserve pada 27-29 Agustus. Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato dalam agenda tersebut.
Investor akan mencermati pernyataan mengenai arah kebijakan suku bunga setelah pasar menghadapi volatilitas dan ketidakpastian terkait inflasi. Selain agenda Jackson Hole, pasar juga menunggu rilis data inflasi pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS untuk Juli yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.