7 Jet Tempur Termahal di Dunia, Rafale Masuk Daftar

F-22 Raptor. (Dok. Lockheed Martin)

7 Jet Tempur Termahal di Dunia, Rafale Masuk Daftar

Riza Aslam Khaeron • 26 May 2026 11:23

Jakarta: Di era persaingan militer global yang semakin ketat, jet tempur bukan sekadar alat pertahanan udara biasa—mereka adalah puncak dari teknologi, inovasi, dan investasi pertahanan suatu negara.

Harga sebuah jet tempur modern tidak hanya ditentukan oleh rangka (airframe) dan mesinnya saja. Nilai investasinya juga sangat dipengaruhi oleh teknologi siluman (stealth), kecanggihan radar dan sensor, sistem peperangan elektronik, integrasi persenjataan, serta biaya riset dan pengembangan yang memakan waktu bertahun-tahun.

Oleh karena itu, satu unit jet tempur modern bisa dihargai ratusan juta dolar AS—bahkan sebelum memperhitungkan amunisi serta biaya operasional per jam terbangnya. Berikut adalah 7 jet tempur termahal di dunia:
 

1. F-22 Raptor


Dok. Lockheed Martin

F-22 Raptor menempati posisi teratas sebagai salah satu jet tempur paling mahal yang pernah diproduksi dalam sejarah penerbangan militer. Angkatan Udara Amerika Serikat mencantumkan biaya satuan (unit cost) F-22 sebesar US$143 juta (sekitar Rp2,54 triliun).

Angka ini bahkan bisa melonjak jauh lebih tinggi jika total biaya program riset dan pengembangan dari awal ikut dihitung secara merata ke setiap unit yang diproduksi.

Pesawat ini dirancang sebagai jet tempur siluman generasi kelima yang berfokus pada keunggulan di udara (air superiority). Salah satu kelebihan utama F-22 adalah kemampuan supercruise, yaitu kemampuan untuk terbang dengan kecepatan supersonik tanpa harus mengaktifkan pembakar lanjut (afterburner).

Selain tangguh di udara, pesawat ini juga dibekali ruang senjata internal (internal weapon bay) untuk membawa rudal udara-ke-udara serta bom pintar JDAM untuk misi serangan darat.

Mahalnya harga F-22 Raptor tidak lepas dari perpaduan teknologi siluman mutakhir, performa mesin yang luar biasa, serta integrasi sensor dan avionik yang sangat kompleks. Ditambah lagi, pesawat ini tidak diproduksi secara massal dalam jumlah besar seperti F-35, yang membuat biaya per unitnya tetap melambung tinggi.
 

2. Dassault Rafale


Dok: Dassault Aviation

Dassault Rafale merupakan salah satu jet tempur nonsiluman termahal di dunia saat ini. Harga satuannya berkisar antara US$100 juta (sekitar Rp1,77 triliun) hingga US$130 juta (sekitar Rp2,31 triliun), tergantung pada varian konfigurasi, paket persenjataan, standar avionik, serta dukungan purna jual yang disepakati.

Indonesia telah menandatangani kontrak pengadaan 42 unit jet tempur Rafale dengan Dassault Aviation sejak 2022. Dari total pesanan tersebut, 6 unit pertama telah tiba dia Tanah Air pada 18 Mei 2026. Varian yang dipesan oleh Indonesia adalah Rafale F4, yaitu standar paling modern dari brand Rafale.

Rafale dikenal sebagai jet tempur multiperan sejati (omnirole) yang mampu mengemban berbagai misi sekaligus, mulai dari pertahanan udara, serangan darat presisi, pengintaian taktis, hingga misi maritim.

Keunggulan utamanya terletak pada sistem peperangan elektronik SPECTRA yang sangat andal, serta fleksibilitasnya dalam mengintegrasikan berbagai jenis senjata standar Prancis maupun NATO.
 

3. Eurofighter Typhoon


Dok: Eurofighter

Eurofighter Typhoon masuk ke dalam daftar ini karena biaya produksinya yang tinggi akibat kompleksitas program pengembangan multinasional di Eropa. Parlemen Inggris mencatat biaya produksi per unit Typhoon sebesar £73 juta (sekitar Rp1,75 triliun). Biaya tersebut bahkan bisa membengkak jika akumulasi biaya pengembangan awal dan modal ikut dihitung.

Typhoon diproduksi oleh konsorsium besar Eropa yang melibatkan tiga raksasa kedirgantaraan: Airbus, BAE Systems, dan Leonardo. Jet tempur multiperan bermesin ganda ini mengusung desain sayap delta dan kanard (delta-canard) yang khas.

Meskipun awalnya dirancang khusus untuk misi superioritas udara, Typhoon kini telah berevolusi menjadi platform tempur yang sangat tangguh untuk misi serangan darat.
 

4. Chengdu J-20


Sumber: Wikimedia Commons

Chengdu J-20 adalah jet tempur siluman generasi kelima andalan Angkatan Udara Tiongkok. Harga per unit J-20 diperkirakan berada di kisaran US$110 juta (sekitar Rp1,95 triliun).

Mulai dikembangkan sejak akhir dekade 1990-an, J-20 melakukan penerbangan perdana pada tahun 2011 dan resmi memperkuat jajaran militer Tiongkok pada tahun 2017. Saat ini, J-20 memegang peran sentral dalam strategi proyeksi kekuatan udara Tiongkok di luar rantai pulau pertama (first island chain).

Harga J-20 yang cukup tinggi ini sangat beralasan mengingat pesawat ini menggabungkan material penyerap radar (radar-absorbing materials), radar kendali berpindai elektronis aktif (AESA) modern, kapasitas tangki bahan bakar yang besar untuk daya jelajah jauh, serta upaya mandiri Tiongkok dalam mengembangkan mesin jet domestik berperforma tinggi.
 
Baca Juga:
Spesifikasi Rafale F4, Jet Tempur Prancis Milik TNI AU
 

5. F-35B Lightning II


Sumber: f35.com

F-35B Lightning II merupakan varian dari keluarga F-35 yang dirancang khusus dengan kemampuan lepas landas pendek dan mendarat vertikal (Short Takeoff and Vertical Landing/STOVL). Rata-rata biaya produksi F-35B untuk pengiriman periode tahun 2023–2025 adalah sebesar US$109 juta (sekitar Rp1,93 triliun) per unit.

F-35B mengukir sejarah sebagai pesawat siluman supersonik pertama di dunia yang dilengkapi dengan kemampuan STOVL. Kemampuan ini membuatnya sangat ideal untuk dioperasikan oleh Korps Marinir AS serta negara-negara sekutu yang memiliki kapal induk ringan atau kapal serbu amfibi tanpa landasan pacu panjang.

Komponen kipas pengangkat (lift fan) serta sistem pengarah semburan mesin (thrust vectoring) yang sangat rumit menjadi alasan mengapa varian B ini dibanderol lebih mahal dibandingkan varian standar darat (F-35A).
 

6. F-35C Lightning II


Sumber: F35.com

F-35C merupakan varian F-35 yang dirancang khusus untuk beroperasi dari dek kapal induk besar milik Angkatan Laut AS. Harga rata-rata F-35C untuk pengiriman tahun 2023–2025 berada di angka US$102,1 juta (sekitar Rp1,81 triliun) per unit—sedikit lebih murah dibandingkan varian B, tetapi masih jauh lebih mahal daripada varian A.

Untuk menahan beban ekstrem saat lepas landas menggunakan katapel peluncur (catapult launch) dan mendarat dengan bantuan kabel penahan (arrested landing), F-35C dirancang dengan struktur roda pendarat yang jauh lebih kokoh, bentang sayap yang lebih lebar, serta mekanisme sayap lipat untuk menghemat ruang di dek kapal.

Secara operasional, F-35C menawarkan kapasitas bahan bakar internal yang lebih besar guna memberikan radius tempur yang lebih luas. Tingginya biaya pembuatan pesawat ini disebabkan oleh standar ketat material maritim agar tahan terhadap korosi air laut serta penguatan struktural badan pesawat.
 

7. F-15EX Eagle II


Sumber: via Wikimedia Commons

F-15EX Eagle II merupakan varian paling modern sekaligus tercanggih dari keluarga besar F-15 yang legendaris. Meskipun tidak mengusung desain siluman, jet tempur ini tetap memiliki nilai jual yang tinggi karena dilengkapi dengan radar modern, sistem misi digital generasi terbaru, perangkat perang elektronik mutakhir, serta kapasitas angkut senjata yang luar biasa besar.

Harga F-15EX berkisar di angka US$90 juta (sekitar Rp1,60 triliun) untuk produksi lot 2, naik menjadi US$97 juta (sekitar Rp1,72 triliun) pada lot 3, dan diproyeksikan berada di kisaran US$94 juta (sekitar Rp1,67 triliun) pada lot 4.

F-15EX diposisikan oleh Angkatan Udara AS sebagai pelengkap tangguh bagi F-35, bukan sebagai penggantinya. Dengan kapasitas muatan tempur yang sangat besar, pesawat ini bertugas membawa persenjataan berat dalam jumlah banyak untuk mendukung operasi penetrasi udara yang dilakukan oleh jet-jet siluman.

Masuknya F-15EX ke dalam daftar ini membuktikan bahwa jet tempur generasi 4,5 yang modern sekalipun memerlukan biaya investasi yang sangat besar. Harga mahal sebuah pesawat tempur saat ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan silumannya, melainkan juga oleh kecanggihan integrasi sensor, keandalan sistem proteksi mandiri, serta kapasitas daya gempur yang dibawanya.

(Arga Sumantri)