Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti di Stasiun KCIC, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza
235 Ribu Tiket Whoosh Terjual Selama Masa Angkutan Lebaran
Siti Yona Hukmana • 25 March 2026 18:04
Jakarta: PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat 235 ribu tiket kereta cepat Whoosh terjual selama masa angkutan Lebaran 2026. Tiket itu untuk berbagai rute perjalanan.
"Secara total, tiket Whoosh yang sudah terjual selama masa periode posko angkutan lebaran sejak tanggal 13 sampai dengan 30 Maret itu mencapai 235 ribu tiket ke berbagai tujuan," kata Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti di Stasiun KCIC, Jakarta Timur, dilansir Antara, Rabu, 25 Maret 2026.
Menurut Emir, penjualan tiket kereta cepat Whoosh selama masa angkutan Lebaran 2026 ini menunjukkan tren positif. Bahkan, berpotensi terus meningkat, karena penjualan tiket masih berlangsung hingga hari terakhir periode angkutan lebaran.
Dengan tren penjualan yang terus bertambah, KCIC memastikan kesiapan operasional tetap optimal, baik dari sisi jadwal perjalanan, pelayanan penumpang, hingga keamanan dan kenyamanan selama perjalanan. Emir mengimbau masyarakat yang belum mendapatkan tiket untuk segera melakukan pemesanan, mengingat ketersediaan kursi dapat semakin terbatas selama masa angkutan lebaran.
KCIC memprediksi, jumlah penumpang kereta cepat Whoosh mencapai 25 ribu orang saat puncak arus balik lebaran yang terjadi pada 28-29 Maret 2026. Menurut dia, puncak arus balik tersebut seiring dimulainya kembali aktivitas kerja dan sekolah.

Ilustrasi penumpang kereta cepat. Foto: Antara.
Selain itu, tren peningkatan penumpang sebenarnya sudah mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir. Bahkan pada periode sebelumnya, jumlah penumpang dari arah Bandung menuju Halim tercatat cukup tinggi.
"Penumpang dari arah Bandung menuju Halim sempat mencapai lebih dari 24 ribu orang dalam satu hari pada Selasa (24/3)," ujar Emir.
Lonjakan ini tidak lepas dari kebijakan sejumlah perusahaan yang mulai masuk kerja pada 30 Maret hingga 1 April. Lalu, kegiatan belajar mengajar di sekolah juga kembali berjalan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk kembali ke Jakarta setelah merayakan Lebaran di kampung halaman.