Jumlah Pengangguran di Jakarta Turun 10 Ribu Orang pada Mei 2026

Ilustrasi. Foto: MI.

Jumlah Pengangguran di Jakarta Turun 10 Ribu Orang pada Mei 2026

Anggi Tondi Martaon • 5 August 2026 21:18

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah pengangguran di Ibu Kota turun 10 ribu orang pada Mei 2026 dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 334 ribu orang. Penurunan itu diikuti dengan meningkatnya jumlah pekerja penuh.

"Ini menunjukkan angkatan kerja selama periode Februari hingga Mei sebagian besar terserap ke dalam pekerjaan penuh atau menjadi pekerja penuh," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, dikutip dari Antara, Rabu, 5 Agustus 2026.

Adapun jumlah pekerja penuh di Jakarta pada Mei 2026 mencapai 4,36 juta orang, naik sekitar 139 ribu orang. Sedangkan jumlah pekerja paruh waktu juga bertambah, yaitu sekitar 16 ribu orang, menjadi 682 ribu orang.

Di sisi lain, jumlah setengah pengangguran menurun sekitar 91 ribu orang menjadi 225 ribu orang.

Kadarmanto menjelaskan, pekerja penuh bekerja minimal selama 35 jam seminggu, pekerja paruh waktu bekerja kurang dari 35 jam seminggu tetapi tidak mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan. Sementara setengah pengangguran, yaitu mereka yang bekerja kurang dari 35 jam seminggu dan masih mencari atau menerima pekerjaan.

Adapun tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak di Jakarta yaitu perdagangan besar dan eceran, akomodasi makan dan minum, dan transportasi dan penyimpanan.

Ilustrasi. Foto: MI.

Kondisi jumlah pengangguran pada Mei 2026, sejalan dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di DKI Jakarta yang juga turun. Pada Mei 2026, TPT di ibu kota tercatat sebesar 5,79 persen, lebih rendah dibandingkan bulan Februari tahun 2026 yakni sebesar 6,03 persen.

"Atau kita bisa sebut sebagai sekitar 5-6 orang dari 100 orang angkatan kerja merupakan penganggur," kata Kadarmanto.

Dari sisi jenis kelamin, TPT laki-laki menurun dari 6,54 persen pada Februari 2026 menjadi 6,43 persen pada Mei 2026.

Kondisi serupa juga terjadi pada TPT perempuan. TPT perempuan pada Mei 2026 sebanyak 4,85 persen, turun dari 5,28 persen pada Februari 2026.

(Anggi Tondi)