Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 % pada Triwulan II-2026

Kepala Badan Pusat Statistik DKI Jakarta, Kadarmanto. Foto: Antara.

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 % pada Triwulan II-2026

Anggi Tondi Martaon • 5 August 2026 18:08

Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan ekonomi DKI Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh 5,52 persen dibandingkan triwulan II 2025. Produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku Rp1.058,02 triliun dan atas dasar harga konstan Rp594,22 triliun.

Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, menyampaikan lapangan usaha dengan kontribusi terbesar pada perekonomian Jakarta periode tersebut. Yaitu, perdagangan besar dan eceran yang memberikan kontribusi 18,24 persen.

Selanjutnya, jasa keuangan dengan kontribusi 11,16 persen. Kemudian konstruksi yang berkontribusi sebesar 10,84 persen terhadap ekonomi Jakarta.

Baca Juga :

BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Berkurang 430 Ribu Orang

“Ini sejalan dengan realisasi penanaman modal baik penanaman modal asing maupun dalam negeri, telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan,” kata Kadarmanto dikutip dari Antara, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurut dia, semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan positif pada triwulan II 2026. Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yaitu penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 9,52 persen. Kemudian diikuti oleh jasa lainnya yang tumbuh 8,22 persen.

“Kalau kita sebut jasa lainnya misalnya taman rekreasi dan hiburan, dan termasuk jasa perorangan seperti laundry, salon, dan reparasi peralatan rumah tangga,” ungkap Kadarmanto.

Ilustrasi DKI Jakarta. Foto: Medcom.id.

Lapangan usaha berikutnya yang tercatat memiliki pertumbuhan tinggi yaitu pengadaan listrik dan gas. Sektor tersebut tumbuh sebesar 7,72 persen.

Sementara itu, ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh sebesar 1,52 persen. Pertumbuhan itu dibandingkan dengan triwulan I tahun 2026, 

“Lalu jika dibandingkan dengan semester I tahun 2025, ekonomi Jakarta pada semester II 2026 tumbuh 5,55 persen,” kata Kadarmanto.

(Anggi Tondi)