Program Satu Desa Satu Sarjana Diperkuat, Buka Peluang Kerja ke Jepang

Peluncuran program Satu Desa Satu Sarjana kolaborasi UTB dengan Pemkab Majalengka. Dok Istimewa.

Program Satu Desa Satu Sarjana Diperkuat, Buka Peluang Kerja ke Jepang

Arga Sumantri • 12 October 2026 17:38

Majalengka: Universitas Teknologi Bandung (UTB) bersama Pemerintah Kabupaten Majalengka memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peluncuran Program Satu Desa Satu Sarjana (SDSS) Plus Bekerja. Program ini mengintegrasikan akses pendidikan tinggi dengan peluang kerja internasional di Jepang.

Rektor UTB Muchammad Naseer menyambut baik kerja sama ini. Kolaborasi tersebut diyakini tidak hanya memberikan kesempatan kepada masyarakat kurang mampu untuk memperoleh gelar sarjana, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kompetensi dan pengalaman yang dibutuhkan untuk menghadapi lingkungan kerja internasional.

"Melalui program kolaborasi ini, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik hingga meraih gelar sarjana, tetapi juga dibekali keterampilan bahasa serta pengalaman kerja internasional di Jepang," ungkap Naseer dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Oktober 2026.

Ia menegaskan komitmen universitas untuk memberikan pendampingan intensif kepada seluruh mahasiswa selama masa persiapan. Mulai dari penguatan kemampuan bahasa, kesiapan mental, hingga pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

"Kami berkomitmen mendampingi dan mendidik para mahasiswa selama enam bulan pelatihan ini agar mereka siap secara mental, bahasa dan kompetensi sebelum diberangkatkan," ujarnya.

Salah satu aspek penting dalam program ini adalah pengintegrasian pendidikan akademik dengan pengalaman kerja internasional. Melalui rencana penerapan sistem pembelajaran daring sesuai ketentuan akademik yang berlaku, mahasiswa diharapkan tetap dapat mengikuti perkuliahan UTB selama menjalani pekerjaan di Jepang. 

"Skema ini membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memperoleh pengalaman profesional dan kemandirian ekonomi," bebernya.

Upaya Memperluas Kesempatan Kerja

Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan Program Satu Desa Satu Sarjana Plus Bekerja merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Berdasarkan data Pemkab Majalengka, rata-rata lama sekolah masyarakat Majalengka berada pada angka 7,81 tahun, sedangkan IPM tercatat sebesar 72,37. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar penguatan program pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.

"Pendidikan harus menjadi salah satu prioritas. Kita ingin anak-anak Majalengka, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," ujar Eman.

Program Satu Desa Satu Sarjana telah dilaksanakan sejak 2025 dengan melibatkan 70 penerima manfaat. Pada 2026, program tersebut kembali dikembangkan melalui kolaborasi bersama UTB dengan melibatkan 100 peserta baru, sehingga total penerima program selama dua periode mencapai 170 orang.

Pengembangan program tahun ini menghadirkan konsep yang berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika sebelumnya berfokus pada perluasan akses pendidikan tinggi, kini program dikembangkan dengan mengintegrasikan kesempatan kuliah dan bekerja di Jepang.

"Kita tidak ingin anak-anak hanya mendapatkan ijazah. Mereka juga harus memiliki keterampilan dan pengalaman kerja. Dengan kuliah sambil bekerja di Jepang, mudah-mudahan ketika pulang ke Majalengka mereka sudah mempunyai ilmu, pengalaman dan bekal ekonomi," jelas Eman.

Guna mendukung keberlanjutan program, Pemerintah Kabupaten Majalengka mengalokasikan dukungan pendidikan melalui anggaran daerah, serta menjalin koordinasi dengan sektor perbankan. Termasuk, Perumda BPR Majalengka, dalam memfasilitasi kebutuhan pembiayaan peserta.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mengurangi hambatan ekonomi bagi penerima manfaat sekaligus memperluas kesempatan generasi muda untuk memperoleh pendidikan tinggi dan pengalaman kerja internasional.

Peluncuran program Satu Desa Satu Sarjana kolaborasi UTB dengan Pemkab Majalengka. Dok Istimewa.

Rancangan Program

Program ini menjadi langkah strategis dalam membuka kesempatan bagi generasi muda, khususnya dari keluarga kurang mampu, untuk meraih pendidikan sarjana sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja global.

Melalui kolaborasi ini, sebanyak 100 peserta dari keluarga kurang mampu, khususnya kelompok desil 1 hingga 4 bisa memeroleh kesempatan menempuh pendidikan sarjana di UTB. Mereka juga disiapkan memasuki dunia kerja internasional di Jepang. 

Program tersebut diharapkan dapat membuka peluang peningkatan kualitas pendidikan, keterampilan profesional, dan kemandirian ekonomi bagi generasi muda Majalengka.

Sebagai tahap persiapan, para peserta akan menjalani pelatihan intensif selama enam bulan yang meliputi pembelajaran bahasa Jepang, pengenalan budaya, pembentukan mental, kedisiplinan, serta penguatan kompetensi dan keterampilan kerja. Pembekalan ini dirancang untuk mempersiapkan peserta agar memiliki kemampuan dan kesiapan yang dibutuhkan sebelum mengikuti tahapan penempatan kerja di Jepang.

UTB berperan sebagai mitra perguruan tinggi yang menyediakan akses pendidikan sarjana sekaligus mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Kolaborasi ini mencerminkan komitmen UTB dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja internasional.

(Arga Sumantri)