Harga Minyak Capai Level Tertinggi di Oktober, Brent Naik 13,6%

Ilustrasi. Foto: Unplash

Harga Minyak Capai Level Tertinggi di Oktober, Brent Naik 13,6%

Eko Nordiansyah • 1 November 2026 08:14

Houston: Harga minyak menutup Oktober di level tertinggi dalam enam bulan seiring meningkatnya serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. Kondisi ini mempersulit upaya diplomatik untuk mengakhiri perang antara AS-Israel dengan Iran.

Dikutip dari Investing, Minggu, 1 November 2026, kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup pada Jumat 30 Oktober 2026, di harga USD117,64 per barel, naik 2,4 persen, setelah sempat menyentuh angka USD118. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 2,1 persen menjadi USD104,12. Sepanjang Oktober, Brent mencatat kenaikan 13,6 persen, sementara WTI naik 15,2 persen.

Serangan di Selat Hormuz ancam upaya perdamaian dengan Iran

Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan bahwa empat kapal tanker minyak terbakar menyusul insiden di dalam atau di dekat Selat Hormuz pada hari Jumat. Menurut mereka, beberapa kapal tersebut terkena ranjau laut setelah memasuki rute yang tidak diizinkan. Klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen.

Secara terpisah, badan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan adanya proyektil yang menghantam sebuah kapal tanker yang sedang meninggalkan selat tersebut, serta satu kapal lain yang terbakar setelah diserang di sebelah selatan Pulau Lavan, Iran. Seluruh awak kapal yang terbakar dilaporkan dalam kondisi selamat.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Berdasarkan catatan UKMTO, setidaknya terjadi 35 serangan terhadap kapal-kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz selama bulan Oktober, jumlah bulanan tertinggi sejak konflik dimulai pada bulan Februari.

Lalu lintas pelayaran memang telah membaik, namun masih berada di tingkat yang sangat rendah. UKMTO mencatat 122 kapal yang keluar dan 155 kapal yang masuk selama sepekan hingga 28 Oktober, angka yang kira-kira 70 persen lebih rendah dibandingkan level sebelum perang.

Trump isyaratkan perang segera berakhir

Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa pembicaraan dengan Iran masih terus berlangsung. Ia kemudian mengisyaratkan bahwa perang akan segera berakhir, seraya menegaskan bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir. 

Para mediator Qatar kembali ke Teheran pada hari Jumat menyusul laporan bahwa Wakil Presiden JD Vance telah mengusulkan pembicaraan ulang. Sumber-sumber dari pihak Iran menyatakan bahwa pertemuan dapat berlangsung dalam waktu satu minggu di Doha atau Istanbul.

Militer Pakistan juga mengungkapkan optimisme yang hati-hati terkait upaya mediasi mereka.

Namun, laporan mengenai pejabat militer AS yang memberikan penjelasan kepada Trump tentang opsi untuk melakukan serangan tambahan menyoroti risiko kembali pecahnya pertempuran. Seorang pejabat Iran memperingatkan bahwa Teheran telah menyiapkan respons berskala luas terhadap setiap serangan baru.

Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa konflik tersebut telah menambah beban biaya energi di Eropa hingga lebih dari 100 miliar euro (USD112 miliar) dan mendesak agar penyelesaian dicapai melalui negosiasi.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menanggapi dengan peringatan akan adanya pembalasan keras terhadap negara-negara yang menyerang Iran, yang membuat kemungkinan terjadinya gangguan lebih lanjut pada pengiriman energi tetap menjadi perhatian utama.

(Eko Nordiansyah)