Harga Emas Dunia Anjlok 3,6%, Terendah dalam Setahun

Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com

Harga Emas Dunia Anjlok 3,6%, Terendah dalam Setahun

Husen Miftahudin • 31 October 2026 10:55

Chicago: Harga emas dunia mengalami tekanan hebat pada perdagangan Jumat waktu setempat. Harga emas spot menyentuh level terendah dalam lebih dari satu tahun seiring aksi jual di pasar saham Amerika Serikat (AS) dan peralihan investor ke instrumen aset aman (safe haven), seperti obligasi pemerintah AS dan yen Jepang.

Pelemahan tersebut juga membuat emas berpotensi mencatatkan penurunan bulanan selama dua bulan berturut-turut. Tingginya harga minyak dan kekhawatiran terhadap inflasi turut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga, sehingga menekan daya tarik logam mulia tersebut.

Mengutip Investing.com, Sabtu, 31 Oktober 2026, harga emas spot turun 3,6 persen menjadi USD3.875,55 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka terkoreksi 3,6 persen menjadi USD3.884,90 per ons.

Sepanjang Oktober 2026, harga emas spot telah melemah 6,8 persen, sedangkan emas berjangka turun lebih dalam sebesar 7,3 persen.

Analis pasar senior Trade Nation David Morrison mengatakan harga emas dan perak mengalami penurunan tajam meskipun dolar AS juga berada dalam tekanan jual.

"Harga emas dan perak sama-sama anjlok pagi ini, dan itu terjadi meskipun dolar AS mengalami aksi jual tajam. Rasanya seolah-olah kedua logam mulia itu tidak bisa tenang saat ini," jelas David.

Menurut dia, pergerakan kedua logam mulia tersebut masih menunjukkan tekanan kuat di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.
 



(Grafik pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Ekspektasi kenaikan suku bunga Fed bebani emas


Perhatian pelaku pasar logam mulia sepanjang Oktober sebagian besar tertuju pada arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Sejumlah indikator inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan, termasuk indeks harga konsumen (CPI), indeks harga produsen (PPI), dan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), membuat investor semakin mencermati kemungkinan pengetatan kebijakan moneter.

PCE merupakan salah satu indikator inflasi yang menjadi perhatian utama The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Namun, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam pertemuan pekan ini memutuskan mempertahankan suku bunga. Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan masih terdapat sejumlah data ekonomi yang akan dirilis sebelum keputusan kebijakan berikutnya pada Desember.

FOMC sebelumnya menaikkan suku bunga pada September untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga tahun. Pasar kini kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.

Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil bunga. Kondisi tersebut juga berpotensi memperkuat dolar AS sehingga meningkatkan biaya pembelian emas bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.

Tekanan terhadap harga emas juga terjadi seiring pelemahan pasar saham Amerika Serikat sepanjang Oktober. Investor mulai mencermati keberlanjutan investasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), terutama terkait besarnya belanja modal yang didanai melalui utang.

Kekhawatiran tersebut memicu aksi jual saham dan meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan. Kondisi ini turut memengaruhi pergerakan harga logam mulia di tengah perubahan strategi investasi pelaku pasar.

Selain kebijakan moneter dan gejolak pasar saham, kenaikan harga minyak sepanjang Oktober turut memberikan tekanan terhadap emas. Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi meningkat di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. 

Serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz serta meningkatnya konflik antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi menambah ketidakpastian pasar energi.

Potensi peningkatan operasi militer AS terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu pada 3 November juga menghambat upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik antara Washington dan Teheran.

(Husen Miftahudin)