Eks PM Israel Naftali Bennett. (Anadolu Agency)
Eks PM Israel Naftali Bennett Dukung Gadi Eisenkot Bentuk Pemerintahan Baru
Willy Haryono • 2 November 2026 06:26
Tel Aviv: Eks Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengumumkan pada Minggu, 1 November 2026, bahwa blok politiknya akan merekomendasikan pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot, kepada Presiden Isaac Herzog untuk mendapat mandat membentuk pemerintahan baru.
Melansir dari Anadolu Agency, dukungan tersebut memperkuat peluang Eisenkot menjadi kandidat pertama yang menerima mandat dari presiden untuk membentuk pemerintahan baru.
Partai Together menyatakan keputusan tersebut diambil atas arahan Bennett. Selama kampanye pemilu, Bennett berjanji akan menghormati pilihan para pemilih. Dukungan kepada Eisenkot disebut sejalan dengan komitmen tersebut.
Pernyataan itu juga menyebut Bennett telah menyampaikan keputusannya secara langsung kepada Eisenkot.
Secara terpisah, stasiun televisi Channel 12 melaporkan bahwa Partai Demokrat yang dipimpin Yair Golan juga berencana merekomendasikan Eisenkot dalam konsultasi politik mendatang dengan presiden. Namun, Golan belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai hal tersebut.
Perkembangan ini terjadi ketika partai-partai oposisi Israel berupaya menyelaraskan rekomendasi mereka setelah pemilihan umum parlemen. Sementara itu, kubu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terus berupaya mengamankan dukungan mayoritas untuk membentuk pemerintahan.
Netanyahu dan Oposisi Belum Kantongi Mayoritas
Pemilihan anggota Knesset ke-26 digelar pada Selasa pekan lalu. Hasil akhir yang diumumkan Komite Pemilihan Umum Pusat pada Jumat menunjukkan Partai Likud pimpinan Netanyahu memperoleh 27 kursi.Partai Yashar pimpinan Eisenkot meraih 21 kursi, disusul Partai Together pimpinan Bennett dengan 12 kursi dan Partai Demokrat pimpinan Golan dengan delapan kursi.
Sementara itu, Joint List memperoleh 11 kursi dan United Arab List atau Ra'am meraih delapan kursi.
Secara keseluruhan, blok Netanyahu mengamankan 53 kursi. Adapun partai-partai oposisi memperoleh 48 kursi, sedangkan partai-partai Arab mengantongi 19 kursi.
Dengan demikian, tidak satu pun dari dua blok utama memiliki cukup kursi untuk membentuk pemerintahan mayoritas. Dibutuhkan sedikitnya 61 kursi dari total 120 anggota parlemen Knesset.
Tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu tersebut mencapai 77,9 persen.
Konsultasi Pembentukan Pemerintahan
Ketua Komite Pemilihan Umum Pusat, Hakim Noam Sohlberg, dijadwalkan menyerahkan hasil resmi pemilu kepada Presiden Herzog pada 4 November.Di hari yang sama, Herzog dijadwalkan memulai konsultasi dengan perwakilan partai-partai dan blok politik yang terpilih.
Dalam konsultasi tersebut, presiden akan mendengarkan rekomendasi mereka mengenai kandidat yang dinilai layak mendapat mandat membentuk pemerintahan.
Kandidat yang ditunjuk akan memperoleh waktu awal selama 28 hari untuk membentuk pemerintahan. Masa tersebut dapat diperpanjang selama 14 hari.
Baca juga: Demonstran Israel Desak Pembentukan Pemerintahan Baru yang Libatkan Partai Arab