Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Jaksa Agung Tekankan Integritas untuk Cegah Korupsi
Ade Hapsari Lestarini • 8 October 2026 17:00
Jakarta: Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menilai pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada kekuatan aturan maupun aparat penegak hukum. Menurut dia, upaya tersebut harus dimulai dari kesadaran setiap individu untuk tidak menyalahgunakan amanah.
Burhanuddin mengatakan, sistem pengawasan dan penegakan hukum tidak akan berjalan optimal apabila tidak disertai kemauan setiap individu untuk menolak praktik korupsi.
"Memulai pemberantasan korupsi dari diri kita sendiri," kata Burhanuddin saat menjadi Keynote Speech dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Menurut Burhanuddin, pencegahan korupsi tidak semata-mata menjadi tugas lembaga atau aparat penegak hukum. Setiap orang yang menerima kewenangan harus mampu menjaga amanah dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Membangun budaya antikorupsi
"Pencegahan korupsi yang paling awal sesungguhnya dimulai dari keputusan setiap orang untuk tidak menyalahgunakan amanah yang diberikan," ujar Burhanuddin.
Burhanuddin menekankan pentingnya sejumlah nilai dalam membangun budaya antikorupsi, di antaranya integritas, objektivitas, kehati-hatian, tanggung jawab, serta transparansi.
"Jabatan bukan ruang untuk memperoleh keuntungan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan," tegas Burhanuddin.
Ia juga menilai keterbukaan dalam penggunaan anggaran dan pelaksanaan kewenangan dapat mempersempit ruang penyimpangan. Karena itu, integritas dan transparansi dinilai perlu menjadi bagian dari budaya kepemimpinan serta penguatan kepercayaan masyarakat. (M. Azri Arifin)