Tak Perlu Intervensi Harga, Ini Jurus Anies Baswedan Stabilkan Harga Pangan

Calon presiden Anies Baswedan. Foto: MI/Ramdani

Tak Perlu Intervensi Harga, Ini Jurus Anies Baswedan Stabilkan Harga Pangan

Annisa ayu artanti • 8 November 2023 13:20

Jakarta: Calon Presiden Anies Baswedan menilai pentingnya transparansi dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Dalam acara Sarasehan 100 Ekonom 2023, dia membeberkan melalui transparansi bisa dipastikan akan terjadi efisiensi operasi kegiatan pasar, yang kemudian akan berdampak pada harga komoditas.

"Ini kami melihat efisiensi operasi kegiatan pasara harus dilakukan, transparansi menjadi penting," kata Anies yang dipantau secara daring, Rabu, 8 November 2023.

Dia juga mengungkapkan keberhasilan IPJ (Info Pangan Jakarta), aplikasi untuk memantau harga pangan rata-rata di Jakarta.

Dalam IPJ secara transparan terpampang harga rata-rata setiap komoditas, sehingga diharapkan masyarakat dapat mendapatkan informasi harga pangan ter-update ketika mau berbelanja.
 
Baca juga: Stok Minim, Harga Cabai di Pasar Tradisional se-Batam Tinggi

Perbandingan harga pangan

Masyarakat juga bisa membandingkan harga pangan yang dijual eceran di warung atau kulakan dengan pasar induk, Kramat Jati.

"Misalnya, tinggal Lebak Bulus. Dia akan ke Pasar Pondok Labu sampai di Pasar Pondok Labu, dia mau belanja, dia akan lihat cabai merah harganya berapa? Harga beras berapa? Kalau selisihnya dengan Kramat Jati itu jauh, dia nggak akan belanja di situ. Dia akan naik mobil pindah ke Kramat Jati," ucap dia.

Dari situ, menurut Anies, terjadi informasi yang simetris di masyarakat. Sehingga, tak perlu dilakukan intervensi harga namun harga pangan yang terjangkau akan diperoleh.

"Yang kami lakukan adalah mengefisienkan pasar pangan ini. Kami tidak melakukan intervensi harga, tapi kalian buat transparansi atas pasar, begitu transparansi pasar maka terjadi simetrik information," tutur dia.
 
Namun Anies mengungkapkan, untuk melakukan transparansi harga pangan yang lebih luas, ia tidak bisa melakukannya karena diluar dari yuridiksinya saat dia menjabat sebagai Gubernur Jakarta lalu.

"Ke depan kita akan melakukan transparansi itu, sehingga komoditas semua kita memiliki informasinya dari lokasi produksi sampai dengan distribusi dengan transparansi yang serius. Itu yang ingin memperbaiki sama-sama," ucap dia.

 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Annisa Ayu)