Ilustrasi BPBD DKI Jakarta. Foto: Antara.
BPBD DKI Uji Sistem Peringatan Dini Hadapi Banjir 2027
Anggi Tondi Martaon • 6 November 2026 17:55
Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menguji sistem peringatan dini atau disaster early warning system (DEWS). Pengujian itu untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi banjir pada musim hujan 2026/2027.
"Informasi yang kami terima dari BMKG itu bisa kami langsung elaborasi dan kami bisa sampaikan kepada masyarakat lebih awal. Kami mempunyai Disaster Early Warning System, ya. Kemudian, juga ada SMS blast dan juga TV digital sebagai sarana untuk menyampaikan informasi dini kepada masyarakat," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat dikutip dari Antara, Jumat, 6 November 2026.
Marulitua mengatakan sistem peringatan dini merupakan salah satu kunci dalam menyampaikan informasi kebencanaan kepada masyarakat sebelum banjir terjadi. BPBD DKI menerapkan beberapa sarana penyampaian informasi berdasarkan status kesiapsiagaan banjir.
Pada kondisi siaga 1 dan siaga 2, BPBD menggunakan DEWS, layanan pesan singkat atau SMS blast, serta TV digital untuk menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat. Saat kondisi siaga 3, BPBD menggunakan DEWS.
Baca Juga :
BPBD DKI Sebut 200 RW di Jakarta Rawan Banjir
Marulitua mengatakan seluruh peralatan tersebut kembali diperiksa dan diuji. Sehingga, berfungsi dengan baik ketika terjadi bencana banjir pada 2027.
"Peralatan-peralatan ini kami cek kembali, kami periksa kembali, kami coba lakukan uji-uji, sehingga bilamana terjadi bencana banjir di 2027, ya, itu semua bisa berfungsi dengan baik," tutur Marulitua.
Selain memastikan kesiapan sistem peringatan dini, BPBD DKI telah memetakan personel di sekitar 200 RW yang rawan banjir. BPBD DKI juga menyiagakan 403 lokasi pengungsian.
Personel yang disiapkan itu merupakan gabungan dari BPBD, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Sosial, mitra lembaga kebencanaan, serta dukungan TNI dan Polri.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat. Foto: Antara.
Menurut Marulitua, seluruh personel tersebut tengah melakukan koordinasi teknis operasional di lapangan untuk mengantisipasi potensi banjir.
Sebelumnya, BPBD DKI Jakarta mengungkapkan puncak curah hujan pada musim hujan 2026/2027 diprediksi terjadi pada Februari 2027. Intensitas hujan pada bulan tersebut yaitu tinggi hingga ekstrem.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan koordinasi dengan BMKG, TNI, Polri, serta lintas perangkat daerah untuk menyusun rencana aksi mitigasi bencana banjir.
"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan kenyamanan bagi warga Jakarta di musim penghujan tahun 2026-2027," ungkap Marulitua.