Harga Minyak Naik Seiring Ketegangan di Timur Tengah Berlanjut

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Minyak Naik Seiring Ketegangan di Timur Tengah Berlanjut

Eko Nordiansyah • 22 October 2026 08:15

Houston: Harga minyak naik pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026, karena ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah membuat pasar khawatir akan adanya gangguan pasokan lebih lanjut, sementara penurunan besar dalam persediaan AS turut menopang harga minyak mentah.

Harga minyak mentah tetap berada di dekat level tertinggi dalam lima bulan yang dicapai awal pekan ini, di tengah minimnya tanda-tanda menuju deeskalasi di Timur Tengah.

Dikutip dari Investing, kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Desember naik 1,1 persen menjadi USD110,02 per barel. Sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,9 persen menjadi USD98,05 per barel.


(Ilustrasi. Foto: Unplash)

Ketegangan di Timur Tengah membayangi

Kenaikan harga minyak pada hari Kamis terjadi tak lama setelah New York Times melaporkan bahwa AS dan Israel berencana untuk meningkatkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.

Laporan NYT tersebut menyebutkan bahwa kedua negara berencana menyerang infrastruktur energi, fasilitas nuklir, dan persenjataan nuklir Iran. Persiapan militer di AS dan Israel telah diintensifkan, sementara Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu minggu ini untuk membahas berbagai opsi yang mungkin diambil.

Iran memperingatkan akan adanya pembalasan keras terhadap setiap tindakan permusuhan baru dari AS, termasuk serangan terhadap kilang minyak Arab Saudi, pusat data, dan kabel internet bawah laut. Dalam beberapa minggu terakhir, Iran juga telah meningkatkan serangannya terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali menunda potensi serangan terhadap Iran dan menyatakan tidak akan ada tindakan permusuhan baru sebelum pemilihan paruh waktu berlangsung.

Trump dan Partai Republik menghadapi tantangan berat dalam pemilihan umum mendatang, di tengah meningkatnya kemarahan publik akibat tingginya biaya hidup. Banyak pihak menyalahkan kebijakan konfrontatif Trump terhadap Iran sebagai penyebab naiknya harga bahan bakar.

Presiden AS tersebut baru-baru ini mengumumkan kesepakatan pasokan diesel berskala besar dengan Rusia untuk membantu menutupi kekurangan di dalam negeri. Pekan ini, Trump juga menyampaikan kepada wartawan bahwa ia terbuka untuk melakukan pertemuan tiga pihak dengan Tiongkok dan Rusia guna membahas opsi lebih lanjut terkait perang Rusia-Ukraina.

Serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia, yang bertujuan memutus pendapatan luar negeri Rusia, juga dinilai memperketat pasokan dan mendorong kenaikan harga.

Menambah kekhawatiran mengenai ketatnya pasokan, data resmi AS yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan persediaan minyak mentah turun sebanyak 3,1 juta barel pada pekan yang berakhir 16 Oktober, penurunan yang lebih besar dari perkiraan.

(Eko Nordiansyah)