Jubir Gerindra: Presiden Prabowo Sudah Terima Pengunduran Diri Nanik S Deyang

Juru bicara Partai Gerindra Kamrussamad (kanan). Foto: Breaking News Metro TV.

Jubir Gerindra: Presiden Prabowo Sudah Terima Pengunduran Diri Nanik S Deyang

Fachri Audhia Hafiez • 22 July 2026 10:38

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto disebut telah resmi menerima surat pengunduran diri Nanik S Deyang dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pengunduran diri tersebut diterima secara resmi oleh Kepala Negara per Rabu, 22 Juli 2026.

"Sudah diterima, berdasarkan informasi di tanggal 22 Juli 2026," kata juru bicara Partai Gerindra Kamrussamad dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 22 Juli 2026.
 


Terkait kabar yang menyebut Nanik tetap ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengawas BGN, Kamrussamad meminta publik untuk menunggu keterangan resmi dari pihak Istana Kepresidenan. Ia menegaskan saat ini Nanik berfokus pada pemulihan kondisi kesehatannya.

"Sebaiknya hal itu kita tunggu dari pemerintah. Tetapi yang kami tahu, beliau akan berkonsentrasi dulu di dalam proses medical yang akan dijalankan untuk pemulihan kesehatan beliau," ujar Kamrussamad.

Kamrussamad mengungkapkan, selama satu setengah bulan menjabat sebagai pimpinan BGN, Nanik telah meletakkan fondasi evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh. Langkah tersebut mencakup dua segmen utama.


Nanik S Deyang. Foto: Breaking News Metro TV.

Pertama, mengevaluasi sekitar 28.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi demi memastikan kualitas dan ketepatan sasaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Lalu, mengklasifikasikan standar kualitas dan keamanan pangan pada sekitar 3.000 dapur.

Selain itu, perencanaan ekspansi dapur baru di wilayah padat dihentikan sementara dan hanya difokuskan pada kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Nanik juga menelusuri indikasi penyimpangan anggaran selama masa kepemimpinannya.

"Juga di bawah kepemimpinan Bu Nanik selama satu bulan setengah, telah menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi tetapi telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda. Ini berpotensi merugikan negara ratusan miliar rupiah dan telah dikembalikan ke kas negara," kata Kamrussamad.

(Fachri Audhia Hafiez)