Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal mengunjungi korban penyekapan bernama Tegar di kediamannya di Kebon Jeruk, Rabu (1/7/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Said Iqbal Tawarkan Pekerjaan Baru untuk Korban Penyekapan di Percetakan Jakarta
Gabriella Thesa Widiari • 2 July 2026 08:55
Jakarta: Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menawarkan pekerjaan baru kepada Tegar, korban penyekapan di sebuah percetakan di Jakarta Pusat. Sebabnya, dia prihatin karena korban selama bekerja hanya menerima upah Rp500 ribu per bulan.
"Kerja digaji cuma Rp500 ribu itu kelewatan. Insyaallah Tuhan kasih kerjaan yang lebih bagus," kata Said Iqbal, dilansir dari Antara, Kamis, 2 Juli 2026.
Said mengatakan, Tegar nantinya dapat bekerja di kantornya setelah seluruh proses hukum selesai. Selain itu juga akan menerima upah sekitar Rp5,8 juta per bulan, sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP).
"Nanti ikut saya saja bekerja di kantor saya. Saya gaji sesuai upah minimum," ujar Said.
(1).jpg)
Ilustrasi penyekapan. Foto: Dok. Antara.
Sementara itu, Tegar mengaku masih mengalami trauma akibat dugaan penyekapan dan kekerasan yang dialaminya selama bekerja di perusahaan percetakan tersebut. Dalam perkara tersebut terdapat tiga korban, yakni Tegar Saputra, Adit Saputra, dan Rafly Jaelani.
Tegar mengungkapkan perusahaan meminta masing-masing korban membayar ganti rugi Rp50 juta. Padahal nilai limbah pelat cetak yang diambil diperkirakan hanya sekitar Rp200 ribu.