Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Tangkapan layar TV Parlemen.
Pemerintah Pastikan Harga BBM Gak Naik Sampai Akhir Tahun, Purbaya: Masyarakat Gak Usah Takut!
Husen Miftahudin • 6 April 2026 13:17
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dipastikan tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026. Meski, masih ada gejolak dan konflik yang terjadi di Timur Tengah (Timteng) yang mengakibatkan harga minyak dunia melambung tinggi.
Ini karena pemerintah telah menganggarkan dana yang cukup, meski asumsi harga minyak di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dipatok USD70 per barel. Namun demikian, Purbaya menegaskan anggaran yang tersedia cukup dengan asumsi harga minyak rata-rata di level USD100 per barel.
"Kami siap tidak menaikkan sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi ya, dengan asumsi harga minyak USD100 per barel, sampai akhir tahun sudah dihitung. Untuk yang bersubsidi ya. Jadi yang bersubsidi sampai akhir tahun aman," kata Purbaya dalam Rapat Kerja Komisi XI DPR RI dengan Menkeu RI, Senin, 6 April 2026.
"Jadi masyarakat tidak usah ribut, tidak usah takut. Kita sudah hitung. Ini kan berkat dukungan Komisi XI juga saya bisa diskusi terbuka," tambah Purbaya menegaskan.
| Baca juga: Purbaya: Stabilitas Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Tekanan Bertubi-tubi |
Negara kuat tahan beban kenaikan harga minyak
Pernyataan ini sekaligus membantah kabar yang beredar luas jika anggaran negara tidak akan kuat menahan beban kenaikan harga minyak dunia imbas konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah.
Padahal, pemerintah sendiri telah menganggarkan anggaran dengan asumsi rata-rata harga minyak dunia USD100 per barel di sepanjang tahun ini.
"Jadi yang saya takut itu, kan ada beredar dua bulan sudah habis, dua minggu sudah habis. Paling bulan Juli naik, nanti bulan Juli ada huru-hara. Padahal kita sudah siapkan sampai akhir tahun dengan asumsi rata-rata USD100. Artinya, nanti ada yang di atas USD100, kita masih kuat dengan existing anggaran yang ada," tutur Purbaya.
"Kalau kepepet, masih ada lagi. Buffer yang saya bilang tadi, bantalan yang saya bilang tadi. Jadi kita, negara kita aman. Saya mohon dukungan saja terus dari Komisi XI ke depan untuk memastikan kita cukup smooth mengelola anggaran," tambah dia.
BBM bersubsidi yang dimaksud adalah pertalite dan solar subsidi. Adapun, harga pertalite dan solar subsidi yang telah ditetapkan PT Pertamina (Persero) pada awal April 2026 lalu tidak mengalami perubahan, masing-masing masih di harga Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.
.jpg)
(Ilustrasi BBM. Foto: dok MI/Panca Syurkani)
Stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga
Purbaya juga menegaskan ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global akibat eskalasi geopolitik dan tekanan aktivitas ekonomi dunia.
"Jadi tekanan yang kita alami bertubi-tubi di awal tahun ada MSCI (terkait pembekuan penilaian ulang saham Indonesia), ada lagi lembaga pemeringkat (Moody's Ratings dan Fitch Ratings yang menurunkan peringkat utang Indonesia). Terus ketika sudah agak tenang, ada perang di Timur Tengah," kata dia.
Purbaya mengaku, hal ini menjadi tantangan berat bagi kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) termasuk perekonomian nasional. Jika tidak direspons dengan baik, nasib Indonesia kemungkinan besar akan sama dengan negara-negara tetangga yang ekonominya sudah melempem imbas kenaikan harga minyak.
"Jadi kalau kita tidak memanage itu dengan baik, kita mungkin nasibnya akan sama dengan negara sekeliling kita yang sudah mengalami, mungkin perlambatan ekonomi yang signifikan, karena mereka terpaksa menaikkan BBM akibat suplai BBM yang tidak ada di pasaran," papar dia.