Pascainsiden Bekasi Timur, KAI Fokus Keselamatan dan Trauma Healing Penumpang

Sejumlah pelanggan meletakkan karangan bunga di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, sebagai bentuk duka cita pascainsiden tabrakan kereta api. Foto: ANTARA/HO-KAI.

Pascainsiden Bekasi Timur, KAI Fokus Keselamatan dan Trauma Healing Penumpang

Fachri Audhia Hafiez • 3 May 2026 18:12

Jakarta: Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah percepatan pemulihan operasional serta pendampingan intensif bagi pelanggan dan keluarga yang terdampak insiden di Bekasi Timur. KAI berkomitmen menjamin keselamatan perjalanan kereta api (KA) kembali stabil menjelang hari kerja.

"Saat ini fokus kami adalah memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, mendampingi pelanggan dan keluarga (korban insiden Bekasi Timur), serta menjaga keselamatan ke depan. Kami akan terus hadir dalam setiap proses yang dijalani,” ujar Bobby Rasyidin saat melakukan peninjauan di Jakarta, dilansir Antara, Minggu, 3 Mei 2026.
 


Bobby meninjau langsung jalur simpul utama mulai dari Stasiun Manggarai hingga Stasiun Bekasi Timur guna memastikan layanan Commuter Line dan KA Jarak Jauh berjalan aman. Selain mengecek aspek teknis, Bobby juga mengunjungi RS Primaya Bekasi Timur dan Barat untuk memberikan dukungan langsung kepada pelanggan yang masih menjalani perawatan medis.

Hingga Minggu, 3 Mei 2026, pukul 07.00 WIB, KAI mencatat sebanyak 81 pelanggan yang terdampak telah diperbolehkan pulang. Sementara 19 pelanggan lainnya masih menjalani penanganan lanjutan di rumah sakit. 

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, memastikan seluruh biaya dan kebutuhan penanganan akan terpenuhi.

“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” kata Anne.

Bagi pelanggan yang sempat melakukan pengobatan mandiri, KAI menyediakan mekanisme reimbursement melalui koordinasi dengan pihak asuransi. Dokumen seperti identitas, kuitansi medis, dan resume medis dapat diajukan dengan estimasi proses klaim maksimal 21 hari kerja setelah berkas lengkap. 

Selain itu, layanan trauma healing juga disiapkan melalui Posko Informasi di Bekasi Timur yang beroperasi hingga 11 Mei 2026.


Kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek. Foto: Dok. ANTARA FOTO.

Di sisi teknis operasional, layanan Commuter Line Jabodetabek menunjukkan tren perbaikan yang signifikan. Ketepatan waktu keberangkatan yang sempat merosot kini telah merangkak naik mencapai angka 88,84 persen pada 2 Mei kemarin. Perbaikan serupa juga terjadi pada lintas Cikarang yang kini semakin stabil.

Operasional KA Jarak Jauh dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir yang melintasi wilayah Bekasi Timur pun dilaporkan telah kembali ke pola operasi normal. Tercatat sebanyak 574.644 pengguna telah menggunakan layanan Commuter Line lintas Cikarang sejak jalur kembali dibuka pada 28 April lalu.

“Kami memahami setiap perjalanan memiliki arti bagi setiap pelanggan. Karena itu, kami akan terus hadir mendampingi, memastikan layanan berjalan aman, dan menjaga keandalan operasional ke depan,” kata Anne.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)