Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Dok Kemenag.
Menag Siapkan 6.859 Masjid Ramah Pemudik untuk Jalur Mudik 2026
Ficky Ramadhan • 2 March 2026 22:23
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung kelancaran arus mudik serta memastikan perayaan Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah berlangsung penuh toleransi. Salah satu program unggulan yang diluncurkan adalah "Masjid Ramah Pemudik", di mana ribuan masjid di sepanjang jalur mudik akan difungsikan sebagai pusat layanan bagi para pelintas yang membutuhkan tempat istirahat maupun ibadah.
"Secara nasional, tercatat sebanyak 6.859 posko Masjid Ramah Pemudik disiapkan di berbagai jalur mudik," ujar Nasaruddin di Jakarta, dikutip dari Media Indonesia, Senin, 2 Maret 2026.
Nasaruddin menjelaskan bahwa layanan tersebut mencakup pembukaan akses masjid selama 24 jam penuh, jaminan keamanan parkir, hingga ketersediaan fasilitas penunjang seperti pengisian daya gawai (charging station), air minum, dan makanan ringan. Program ini diperkuat dengan peluncuran Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026 yang bertujuan menampilkan wajah masjid sebagai rumah singgah yang inklusif dan memberikan pelayanan publik secara humanis.
Selain kesiapan mudik, Nasaruddin juga memberikan perhatian khusus pada potensi benturan jadwal antara Hari Raya Nyepi di Bali yang jatuh pada 19 Maret dengan malam takbiran Idulfitri. Jika Idulfitri diputuskan jatuh pada 20 Maret, pemerintah telah menyiapkan skema khusus untuk menjaga kerukunan umat beragama di Pulau Dewata.
"Apabila Idulfitri jatuh pada 20 Maret, takbiran di Bali tetap diperbolehkan, namun dilaksanakan secara terbatas, tanpa pengeras suara, tanpa arak-arakan kendaraan, dan dengan penerangan minimal," jelas Nasaruddin.
.jpg)
Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Dok Kemenag.
Kebijakan pembatasan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antarumat beragama di Bali sebagai wujud toleransi. Namun, apabila hasil sidang isbat menetapkan Idulfitri jatuh pada 21 Maret, maka perayaan Nyepi dan takbiran dapat dilaksanakan secara normal sesuai waktu masing-masing tanpa pembatasan khusus.
Menag menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar seluruh rangkaian ibadah dan tradisi mudik tahun ini berjalan aman. Masjid diharapkan menjadi garda terdepan dalam menunjukkan kehadiran negara yang melayani kebutuhan spiritual maupun fisik masyarakat di perjalanan.
"Negara harus hadir memastikan umat dapat menjalankan ibadah sekaligus melakukan perjalanan mudik dengan aman dan manusiawi, dan masjid menjadi bagian penting dari pelayanan publik tersebut," ujar Nasaruddin.