Pengamen dan

Petugas Satpol PP mengamankan pengamen berkostum pocong dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Minggu (22/2/2026) malam. (ANTARA/HO-Satpol PP Jakut).

Pengamen dan "Pak Ogah" Diangkut Satpol PP ke Panti Sosial

Siti Yona Hukmana • 23 February 2026 15:27

Jakarta: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara (Jakut) mengangkut sejumlah pengamen berkostum, gelandangan, pemulung, "pak ogah" dan lainnya ke Panti Sosial dalam Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat). Mereka dibawa karena merupakan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

“Total ada 32 orang PPKS yang terjaring dalam Operasi Pekat yang dilakukan bersama tim gabungan pada Minggu, 22 Februari malam,” kata Kepala Satpol PP Jakarta Utara Budhy Novian seperti dilansir dari Antara, Senin, 23 Februari 2026.

Budhy mengatakan 32 orang PPKS yang terjaring itu langsung dikirim ke Panti Sosial Bina Bangun Daya Dua di Cipayung dan Suku Dinas (Sudin) Sosial Kota Jakarta Utara. Rinciannya, 17 PPKS dibawa ke Panti Sosial Bina Bangun Daya Dua di Cipayung dan 15 PPKS dibawa ke Sudin Sosial Jakarta Utara. 

Budhy memerinci ada dua "pak ogah" dibawa dari Jalan Yos Sudarso. Kemudian, di Kecamatan Penjaringan, ada empat PPKS yang terjaring, yakni tiga "pak ogah" dan satu orang pemulung.

Petugas juga beroperasi di Kecamatan Tanjung Priok, mulai dari Jalan Yos Sudarso, Jalan Enggano, Jalan Tenggiri, Jalan RE Martadinata dan Taman Bahari. Ada sembilan orang PPKS terjaring di lima lokasi tersebut, yakni empat orang terlantar, satu gelandangan, satu pengamen, satu pedagang asongan, dan dua orang "pak ogah".

Pengamen kostum pocong dibawa Satpol PP. Foto: Antara

Selanjutnya, di Kecamatan Koja, penyisiran dilakukan di Kelurahan Lagoa, Kelurahan Rawa Badak Utara, Jalan Raya Cilincing, Jalan Yos Sudarso serta Jalan Cibanteng. Total tujuh orang pengamen l terjaring dalam operasi di lokasi tersebut.

Selain itu, di Kecamatan Cilincing, petugas beroperasi di Jalan Raya Cilincing, Jalan Kramat Raya, Jalan Sungai Landak, Jalan Tipar Cakung serta Jalan Kelapa Hibrida Terusan Sukapura. Budhy menyebut ada tiga PPKS yang terjaring dalam operasi tersebut.

Selanjutnya, enam orang PPKS terjaring dalam operasi yang dilakukan di Kecamatan Pademangan. Mulai dari Jalan Gunung Sahari, Jalan Mangga Dua Raya, Jalan Lodan Raya, Jalan Lodan Timur, Jalan Benyamin Sueb, dan Jalan Budi Mulia. 

Lalu, seorang pemulung yang terjaring dalam operasi di Kecamatan Kelapa Gading. Pemulung ditemukan setelah petugas menyisir Jalan Boulevard Barat, Jalan Kelapa Nias, Jalan Boulevard Artha Gading, Jalan Boulevard Raya, dan Jalan Boulevard Utara.

Budhy mengatakan Operasi Pekat atau penyakit masyarakat ini merupakan upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban umum dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya selama bulan Ramadhan. Menurutnya, operasi tersebut juga bertujuan menciptakan lingkungan yang kondusif, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman.

Budhy memastikan Operasi Pekat terus dilakukan secara rutin, terutama selama Ramadan.

“Ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat di wilayah DKI Jakarta, khususnya Jakarta Utara,” ungkap Budhy. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)