Mayoritas Water Mist di DKI Dipasang di Jakbar

Penyemprotan air (water mist) di gedung-gedung Jakarta untuk menekan dampak pencemaran udara serta paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Tangkapan layar.

Mayoritas Water Mist di DKI Dipasang di Jakbar

Nattasya Amani Vrazeti • 8 September 2026 14:38

Jakarta: Sebanyak 179 alat water mist tersebar di DKI Jakarta. Jakarta Barat (Jakbar) menjadi area dengan jumlah water mist terbanyak di Ibu Kota. 

Water mist merupakan sistem penyemprot air dalam bentuk kabut halus untuk membantu mengendalikan partikel di udara. Fasilitas tersebut disiagakan guna menekan dampak pencemaran udara serta paparan abu vulkanik imbas erupsi Gunung Anak Krakatau di Ibu Kota. 

Sebanyak 179 unit water mist telah terpasang di berbagai gedung di Jakarta,” tulis Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, dilansir dari akun instagram resminya, @dinaslhdki, pada Selasa 8 September 2026. 

Berdasarkan pemetaan DLH DKI Jakarta, jumlah water mist di Jakbar sebanyak 71 unit yang terpasang di 42 gedung. Disusul Jakarta Selatan sebanyak 50 unit di 50 gedung, dan Jakarta Pusat 35 unit di 35 gedung.

Kemudian, di wilayah Jakarta Timur 14 unit di 10 gedung, Jakarta Utara 7 unit di 6 gedung, serta 2 unit di 2 gedung Balai Kota DKI Jakarta. 

Dengan demikian, 145 gedung di Jakarta kini telah dilengkapi 179 unit water mist. “Total per wilayah sudah termasuk yang terpasang di kantor wali kota,” tulis akun instagram resminya, @dinaslhdki.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau seluruh pemilik dan pengelola gedung yang telah memiliki fasilitas water mist untuk mengoperasikannya secara mandiri. Gedung yang belum memiliki fasilitas water mist juga diimbau untuk turut menyediakannya sebagai bagian dari langkah bersama dalam menjaga kualitas udara Jakarta.

Penyemprotan air (water mist) di gedung-gedung Jakarta untuk menekan dampak pencemaran udara serta paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Tangkapan layar.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut operasi penyemprotan water mist di jalanan akan terus dilanjutkan. Pramono juga meminta para pengelola gedung yang telah memiliki fasilitas water mist untuk aktif mengoperasikannya secara mandiri. 

"Sehingga dengan demikian, Jakarta tetap mengadakan itu (penyemprotan air) dan juga pembagian masker tetap kita tindaklanjuti,” ucap Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 7 September 2026.

(Anggi Tondi)