Penataan Lokbin Kramat Jati Bawa Harapan Baru Pedagang dan Pengguna Jalan

Lokbin Pasar Ikan Kramat Jati, Jaktim. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Penataan Lokbin Kramat Jati Bawa Harapan Baru Pedagang dan Pengguna Jalan

Metro TV • 3 September 2026 16:37

Jakarta: Penataan kawasan pedagang di kawasan Pasar Ikan Kramat Jati, Jakarta Timur, kini menghadirkan wajah baru yang jauh lebih tertib, bersih, dan nyaman. Langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ini tidak hanya berhasil mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik demi kelancaran lalu lintas, tetapi juga memberikan kepastian tempat usahan yang lebih aman bagi para pedagang di area Lokasi Binaan (Lokbin).

“Di sini sih tempatnya yang nyaman, rezekinya enggak. Soalnya yang masuk ke dalam ini orang-orang tertentu (yang sudah tahu adanya relokasi). Kalau di jalanan, orang melihat, mau enggak mau beli. Melihat cakep, mulus-mulus (barang dagangannya) berhenti jadi beli,” kata salah seorang pedagang sayur, Zainab, saat ditemui Metrotvnews.com, Rabu, 3 September 2026.
 


Meski transisi dari bahu jalan ke dalam area lokbin menghadirkan tantangan penyesuaian pasar di masa-masa awal, kenyamanan fasilitas baru ini diakui menjadi modal penting bagi keberlangsungan usaha yang lebih baik. Zainab juga memberikan masukan terkait penataan zonasi komoditas agar semakin memudahkan akses para pembeli eceran.

“Ini (pedagang) ikan sayur ke sana, (pedagang) daging ke sana, aduh gimana? Ada pasar begitu? Sebagai pembeli jadi kocar-kacir sana-sini,” ujar Zainab menyuarakan harapannya agar penataan sektor makin solid.

Proses adaptasi di tempat yang lebih representatif ini juga dirasakan oleh pedagang sayur lainnya, Lestari. Untuk menjaga efisiensi usaha di masa awal penataan, ia menyiasatinya dengan menyesuaikan pasokan barang dagangan.

“Saya mah bisa lima kilo (kulakan sayur), lima kilo bisa laku sehari. Ini mah dua kilo dari subuh (belum habis). Daripada busuk, (terus) rugi mending kita mengurangi (stok) aja,” kata Lestari.

Meski omzet harian masih merayap naik seiring proses sosialisasi tempat baru kepada pelanggan, Lestari optimistis kawasan yang tertata ini memiliki potensi besar. “Paling sekarang di sini (lokbin) cuma dapat seperempat doang daripada (dagang) di luar,” ucap Lestari.


Pedagang di Lokbin Ikan Kramat Jati, Jakarta Timur. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Optimisme perubahan ini didorong penuh oleh langkah Pemprov DKI Jakarta yang telah memindahkan sebanyak 614 pedagang kaki lima (PKL) dari bahu jalan ke berbagai titik lokasi resmi. Selain ruang dagang yang layak, Pemprov DKI memberikan perhatian penuh melalui berbagai program pendampingan dan kemudahan insentif demi menyokong masa transisi para pedagang.

“Hari ini pemerintah DKI Jakarta secara sungguh-sungguh ingin menata kawasan pedagang yang ada di Kramat Jati ini. Selain memberikan ruang untuk para pedagang bisa mencari nafkah, sekaligus mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik,” tegas Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau lokasi di Lokbin Pasar Ikan Kramat Jati, Selasa, 1 September 2026.

Dari total 614 pedagang, sebanyak 193 pedagang ikan ditempatkan di Lokbin Kramat Jati, 331 pedagang sayur dan daging disalurkan ke Pasar Kramat Jati Sektor 7, 45 pedagang kue menempati Lokbin Cililitan, serta 45 pedagang lainnya disebarkan ke pasar-pasar di bawah naungan Perumda Pasar Jaya.

Sebagai bentuk kepedulian nyata serta stimulus ekonomi agar para pedagang dapat terus berkembang di lokasi yang baru, Pemprov DKI Jakarta menggratiskan iuran retribusi selama enam bulan penuh sekaligus menggencarkan publikasi keberadaan lokasi baru tersebut.

“(Iuran retribusi) Rp180.000 per bulan, atau Rp6.000 per hari. Itu yang digratiskan selama 6 bulan. Kemudian untuk hal-hal lain, tentunya kami men-support. Karena pemindahan ini banyak orang yang mungkin belum tahu,” kata Pramono.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)